BREAKING NEWS
 

Genjot Produksi Beras di Sukabumi, TNI, Kampus, Hingga Kelompok Tani Dilibatkan

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 11 April 2025 22:03 WIB
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya percepatan tanam padi dan optimalisasi lahan pertanian di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, digerakkan melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor.

Pemerintah menggandeng Pemerintah Daerah (Pemda), perguruan tinggi, TNI, hingga kelompok tani.

Penanggung jawab Luas Tambah Tanam (LTT) Terintegrasi di Kabupaten Sukabumi, Leli Nuryati mengatakan, langkah itu dilakukan untuk mendorong ketersediaan pangan dan peningkatan produksi beras nasional.

Ia menjelaskan bahwa monitoring dan percepatan tanam kini tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab penyuluh, melainkan bagian dari strategi bersama yang melibatkan banyak pihak.

Baca juga : Kecam Aksi Biadab OPM kepada Guru di Yahukimo, TNI Tak Akan Tinggal Diam

Menurutnya, model gotong royong lintas lembaga ini mempercepat eksekusi di lapangan, terutama dalam menyusun rencana tanam berbasis potensi dan kendala aktual.

Monitoring dilakukan selain oleh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) juga melibatkan TNI, konsultan universitas, dan kelompok tani.

“Minggu ini kami menurunkan tim di sejumlah kecamatan. Kami hitung potensi tanam dan kendala, lalu cari solusinya langsung di lokasi,” kata Leli dalam siaran pers, dikutip Jumat (11/4/2025).

Adsense

Di Kecamatan Cisaat, dua desa, yakni Gunungjaya dan Babakan, mengajukan usulan sebagai lokasi khusus program optimalisasi lahan non-rawa.

Baca juga : Prabowo Jalan Kaki Terobos Banjir Bekasi

Usulan tersebut ditindaklanjuti melalui survei lapangan oleh konsultan Universitas Padjadjaran untuk penyusunan Studi Identifikasi dan Desain (SID).

Sementara di Kecamatan Purabaya, Pemda dan petani menyusun rencana tanam menggunakan varietas unggul Hibrida Mapan 05.

Rapat koordinasi digelar untuk mengevaluasi tantangan yang dihadapi petani, dari irigasi hingga ketersediaan benih.

“Langkah ini bukan hanya soal tanam cepat, tapi bagaimana produksi beras berkelanjutan bisa dicapai lewat sinergi lokal yang kuat,” ujar Leli.

Baca juga : Generali Bayarkan Klaim Hingga Rp 1,3 Triliun Di 2024

Kegiatan percepatan tanam dan monitoring juga menyasar Kecamatan Cireunghas dan Gegerbitung.

Seluruh aktivitas dilakukan untuk memastikan musim tanam bisa dimaksimalkan selama pasokan air masih tersedia.

Seperti diketahui, Seperti diketahui, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman meminta semua jajaran kerjanya untuk bergerak cepat melakukan panen dan tanam untuk meningkatkan produksi beras di seluruh Indonesia.

“Semua harus bergerak, tidak boleh berpangku tangan demi terwujudnya swasembada sesuai perintah Bapak Presiden Prabowo agar bisa tercapai dalam waktu dekat,” pesan Mentan, belum lama ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense