Dark/Light Mode

Pengamat: Prabowo Tak Kesampingkan Kedaulatan Indonesia Di Laut China Selatan

Jumat, 6 Desember 2024 13:30 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Foto : ist)
Presiden Prabowo Subianto. (Foto : ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat dan Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyebut media barat gagal memahami diplomasi Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan ke beberapa negara baru-baru ini.

Pernyataan Fahmi merujuk pada media asing asal Inggris, The Economist yang menyebut Indonesia telah mengabaikan kedaulatannya di Laut China Selatan usai penandatanganan joint development dalam bidang maritim.

“Padahal, kenyataannya, Indonesia selalu menegaskan bahwa Laut China Selatan adalah wilayah yang penuh dengan sengketa dan Indonesia tetap konsisten menjaga kedaulatan dan hak berdaulatnya dengan tegas berdasarkan UNCLOS 1982,” terang Fahmi di Jakarta, Jumat (6/12).

Baca juga : Pengamat Ekonomi: Angkutan Laut Kunci Ketahanan Energi

Prabowo, lanjut Fahmi, mengadopsi sikap pragmatis dalam menghadapi China yang merupakan kekuatan besar di kawasan. Hal ini bukan berarti mengorbankan prinsip, tetapi lebih kepada membangun hubungan yang konstruktif dan menghindari ketegangan yang tidak perlu. 

Fahmi mengatakan Indonesia tidak mengesampingkan prinsip kedaulatan, tetapi berusaha mengelola hubungan dengan China dengan bijaksana, mengingat peran penting negara ini dalam perekonomian global.

“Sebagai negara yang memegang teguh kebijakan luar negeri bebas aktif, Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto menghadapi tantangan diplomatik yang sangat kompleks. Kunjungan luar negeri pertama Presiden Prabowo menunjukkan upaya serius untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional dan memperluas pengaruh negara,” ungkap Fahmi lagi.

Baca juga : Perkuat Perdagangan Bilateral, HKTDC Ajak Perusahaan Indonesia Ikut Lima Pameran Dagang

Diplomasi Indonesia di bawah Prabowo, meskipun dihadapkan dengan banyak tantangan, tetap berfokus pada menjaga kedaulatan negara, membangun hubungan konstruktif dengan berbagai pihak serta beradaptasi dengan perubahan global.

Semua ini adalah langkah-langkah yang dibutuhkan Indonesia untuk tetap relevan dalam percaturan politik dunia yang semakin kompleks. 

“Sebagai pemimpin baru, Prabowo tentu akan terus belajar dan menyesuaikan kebijakan luar negerinya dan ini adalah bagian dari dinamika pemerintahan yang harus dihargai,” tutup Fahmi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.