BREAKING NEWS
 

Hadiri Kazan Forum 2025

Kepala BPJPH Perkuat Peran Indonesia dalam Ekosistem Halal Global

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Sabtu, 17 Mei 2025 19:52 WIB
Foto: BPJPH.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Dr. Ahmad Haikal Hasan, menjadi narasumber dalam gelaran internasional “Russia – Islamic World: Kazan Forum 2025” yang berlangsung pada 13–18 Mei 2025 di Kazan, Republik Tatarstan, Federasi Rusia.

Sekitar 120 sesi tematik membahas berbagai topik, termasuk industri halal, pembiayaan berbasis kemitraan, pariwisata, transportasi, dan lainnya.

Forum ini bertujuan untuk memperkuat hubungan perdagangan, ekonomi, ilmiah, teknis, pendidikan, sosial, dan budaya antara Rusia dan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) serta non-anggota OKI.

Kepala BPJPH menghadiri Kazan Forum 2025 sebagai narasumber dalam “Halal Industry Strategy” dengan mengangkat tema Global Halal Economic Potential (Strategy to Create a Halal Ecosystem).

Termasuk di dalamnya membahas tentang "the mechanism of recognition of Russian Halal Certification Bodies and possible ways to strengthen cooperation".

Acara berlangsung di Hall 5 (Lantai 2) Kazan Forum 2025. Forum bergengsi ini menjadi ajang strategis bagi negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan mitra global lainnya dalam penguatan ekonomi halal dunia.

Baca juga : IDEC 2025 Siap Hadirkan Inovasi dan Kolaborasi Global Kesehatan Gigi

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Haikal Hasan menegaskan pentingnya kolaborasi internasional untuk menciptakan standar halal yang kredibel dan saling diakui.

Ia memaparkan pengalaman Indonesia dalam membangun ekosistem jaminan produk halal, dimulai melalui berdirinya lembaga halal dibawah otoritas pemerintah yaitu BPJPH melalui UU 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Sampai dengan bagaimana mengimplementasikan sistem informasi halal terintegrasi yang menyediakan layanan sertifikasi halal bagi dan dapat diakses, baik domestik maupun internasional (SIHALAL).

Kepala BPJPH juga menegaskan bahwa “Halal is indeed not for Muslim only, halal verily is for everyone, believers or non-believers. Halal has shifted and transformed from not solely religious issues, but also economic issues. Halal is a symbol of modern civilization, of healthiness, of cleanliness, of transparency, of animal welfare, of traceability, and trustability".

Konsep halal telah bertransformasi dari bukan hanya tentang agama, tetapi juga menjadi standar global untuk peradaban modern, kualitas, kesehatan, kebersihan, etika, kesejahteraan hewani, kepercayaan, dan keberlanjutan.

Adsense

Halal bukan lagi hanya kewajiban umat Islam, tetapi telah menjadi pilihan sadar masyarakat dunia karena menjanjikan produk yang aman, bersih, transparan, dan terpercaya.

Baca juga : Peringatan HUT ke-79 BIN, Bamsoet Ingatkan Ancaman Siber dan Terorisme Global

Saat ini, ada perbedaan standardisasi halal di seluruh dunia. Namun kita bisa memulai untuk memiliki mindset standard halal global yang saling diakui oleh negara-negara anggota OKI.

“Kita harus memiliki pemikiran yang sama tentang ini, karena jika kita mau menjadi pemenang dalam halal industries, kita harus bersama-sama, tidak terpisah atau masing -masing,” tuturnya.

Kepala BPJPH juga menjelaskan tentang bagaimana proses saling pengakuan dan keberterimaan Sertifikat Halal antara BPJPH dengan lembaga halal luar negeri (LHLN) negara lain, baik LHLN pemerintah maupun swasta.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi yang kuat dan sehat antarnegara anggota OKI untuk segera menyusun standar halal global tersebut, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kehadiran BPJPH dalam forum internasional ini disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk pelaku industri halal global dan lembaga sertifikasi halal internasional.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki visi untuk menjadi pusat produsen halal global.

Baca juga : Pebulutangkis Indonesia Incar Gelar Di Taipei Open

“Melalui BPJPH, kami terus mendorong penguatan dan harmonisasi standardisasi halal agar produk halal semakin kompetitif di pasar internasional," ujar Haikal Hasan, di hadapan peserta forum.

Selain menjadi narasumber, Kepala BPJPH juga melakukan pertemuan bilateral dengan lembaga sertifikasi halal dari Arab Saudi, Rusia, serta negara-negara OKI lainnya.

Pertemuan ini bertujuan memperluas kerja sama saling pengakuan sertifikasi halal (mutual recognition agreement) serta memperkuat jejaring industri halal global.

Pertemuan bilateral BPJPH dengan Saudi Halal Center, Arab Saudi, maupun RussAccreditation & RussQuality, Rusia, membahas tentang kelanjutan implementasi kerja sama (MoU) antara BPJPH dengan RussAccreditation yang telah ditandatangani pada acara Indonesia-Russia Joint Commission on Trade Economic & Technical Cooperation di gd. A. A Maramis II Kementerian Keuangan, 15 April 2025 lalu.

Kazan Forum 2025 menjadi momentum penting bagi BPJPH untuk memperkenalkan potensi besar Indonesia dalam industri halal.

Sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam pengembangan standar halal internasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense