RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji meminta seluruh kader dan penyuluh keluarga berencana mempercepat pendistribusian Makan Bergizi Gratis bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD (MBG 3B). Hal ini bertujuan untuk menekan angka stunting di Indonesia.
Ajakan ini disampaikan Wihaju saat temu kader dan penyuluh KB, di Mini Block Office Pemkot Malang, Jawa Timur, Selasa (12/8/2025). Saat ini, di Kota Malang terdapat 4 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah menyalurkan MBG 3B kepada 300 Keluarga Risiko Stunting (KRS). Pemerintah juga menyiapkan uang pengganti transportasi rata-rata Rp 1 juta per kader.
“Tugas kita jelas, ambil MBG dari SPPG, lalu antar langsung ke rumah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Tidak mungkin mereka datang ke Posyandu setiap hari,” kata Wihaji.
Baca juga : Ziva Bikin Baper, Elliot Sukses Guncang Konser Fantasticly By BRI Di Senayan
Di Indonesia, terdapat 19,8 persen kasus stunting. Artinya, kalau ada 10 balita, berarti ada dua stunting. Untuk itu, Pemerintah akan terus melanjutkan intervensi berupa distribusi makanan bergizi, penyediaan air bersih, hingga perbaikan sanitasi di antaranya pengadaan jamban. Intervensi ini dilakukan melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
“Calon pengantin (catin) juga kita urus. Jangan sampai yang mau nikah umurnya di bawah 19 tahun. Rekomendasi kami 21 tahun, karena dipastikan kata dokter di bawah 19 tahun nikah, pasti (melahirkan anak) stunting. Sedangkan stunting hanya bisa disembuhkan 20 persen dalam periode seribu hari pertama kehidupan. Maka, prioritaskan seribu hari pertama kehidupan di mana usia bayi hingga berumur dua tahun,” ujar Wihaji.
Politisi Partai Golkar itu juga mengemukakan tentang fenomena perempuan pekerja yang enggan memiliki anak karena khawatir keluar dari pekerjaan. “Sekarang ada sekitar 71.000 perempuan Indonesia pengen menikah tapi tidak pengen punya anak,” akunya.
Baca juga : Industri Baja Lokal Tertekan, ISSC Minta Kebijakan Impor Dievaluasi
Karena itu, Pemerintah menghadirkan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya). Program ini memastikan di setiap perkantoran ada penitipan anak. Kemudian, ada AI SuperApps tentang Keluarga, dan ada juga Lansia Berdaya (Sidaya), program pemberdayaan bagi lansia. Di antaranya melalui sekolah lansia
Keseluruhan program itu merupakan program quick wins yang diinisasi Kementerian Kependudukan dan Pembamgunan Keluarga.
“Program-program itu penting. Semuanya dalam rangka siklus kehidupan, biar kita semua bahagia,” pungkas Wihaji.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.