BREAKING NEWS
 

Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Kemen Imipas Sulap Lahan Tidur Jadi Sentra Pertanian

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : WIDIA SAPUTRA
Senin, 13 Oktober 2025 06:55 WIB
Direktur Pengamanan dan Intelijen Ditjenpas Tatan Dirsan Atmaja Tinjau Kegiatan Ketahanan Pangan di Lapas.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas) melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) berkomitmen mendorong pemberdayaan warga binaan di bidang ketahanan pangan nasional.

Upaya ini dilakukan dengan mengoptimalkan lahan tidur yang masih banyak tersedia di lingkungan lembaga pemasyarakatan di seluruh Indonesia.

Direktur Pengamanan dan Intelijen Ditjen Pemasyarakatan, Tatan Dirsan Atmaja mengungkapkan, sekitar 54 persen lahan di lingkungan pemasyarakatan se-Indonesia masih tergolong lahan tidur. Kawasan itu sangat potensial dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian yang melibatkan warga binaan sebagai bentuk pembinaan kemandirian.

“Pemanfaatan lahan tidur akan dilakukan secara berkelanjutan. Harapannya, seluruh lahan pemasyarakatan dapat dikelola lapas, rutan, dan lembaga pemasyarakatan perempuan dengan melibatkan warga binaan,” ujar Tatan dalam keterangan resminya, Minggu (12/10/2025).

Baca juga : Bahlil Akan Beri Restu Untuk Periode Ketiga?

Dikatakan, pemberdayaan warga binaan untuk mendukung kedaulatan pangan sejalan dengan arah kebijakan ketahanan pangan nasional sebagaimana tertuang dalam Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto telah menetapkan pemberdayaan warga binaan di bidang pangan sebagai salah satu dari 13 program Akselerasi Men Imipas.

Adsense

“Dengan cara ini, warga binaan diarahkan menjadi pelaku aktif dalam ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan-lahan tidur. Mereka mendapat pelatihan dan pendampingan sebelum terjun langsung mengelola lahan agar produktif,” ujarnya.

Selain mendukung ketersediaan pangan, kegiatan ini dinilai memiliki dampak positif terhadap stabilitas keamanan di lingkungan pemasyarakatan. Dengan beraktivitas di lahan pertanian, warga binaan dapat menyalurkan energi secara produktif dan memperoleh keterampilan baru yang bermanfaat setelah bebas nanti.

Baca juga : Ditemani Kader Artis Ke Pangadegan, Ketum PAN Sambangi Para Korban Kebakaran

“Pembinaan yang baik pasti berkorelasi positif terhadap keamanan dan ketertiban di lapas, rutan, LPKA, maupun Bapas. Mereka dibimbing agar memiliki keahlian yang berguna saat kembali ke masyarakat,” ujar Tatan.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Namlea, Kabupaten Buru, Muhammad M. Marasabessy menuturkan, partisipasi aktif warga binaan dalam kegiatan pertanian juga berdampak nyata bagi ketahanan pangan lokal.

Sebagai contoh, Lapas Kelas II Namlea berhasil memanen 340 kilogram tomat di lahan Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) pada Kamis (9/10). Panen tersebut merupakan yang keempat, dengan total hasil mencapai 700 kilogram sejak panen perdana.

“Program pertanian ini tidak hanya bermanfaat bagi lapas, tetapi juga mendukung kebutuhan pasar lokal. Warga binaan pun mendapat premi sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka,” ujar Marasabessy.

Baca juga : Metode Anyar Menyulap Sumur Tua Jadi Produktif

Panen tomat di Lapas Namlea masih akan berlangsung rutin setiap pekan. “Rata-rata kami panen setiap tiga hingga empat hari sekali, menyesuaikan tingkat kematangan buah. Tomat bisa dipanen berkali-kali, sehingga produktivitasnya cukup stabil,” jelasnya. SSL

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Senin, 13 Oktober 2025 dengan judul "Dukung Ketahanan Pangan Nasional Kemen Imipas Sulap Lahan Tidur Jadi Sentra Pertanian"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense