RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian PPN/Bappenas menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 sebagai penjabaran dari visi, misi, dan prioritas presiden yang tercantum di dalam Asta Cita. Dokumen ini menjadi arah pembangunan lima tahun ke depan dengan mengusung konsep Trisula Pembangunan sebagai kerangka pikir, yang mencakup pertumbuhan ekonomi tinggi yang berkelanjutan, penurunan kemiskinan, dan pembangunan sumber daya manusia berkualitas.
Baca juga : Ketua DPRD Bengkulu Siap Ajukan Sanggahan
Ketiga pilar tersebut diperkuat dengan pengembangan wilayah dan penerapan mekanisme manajemen risiko pembangunan yang solid. “Ketiga strategi utama ini menjadi kunci keberhasilan pencapaian sasaran pembangunan jangka menengah sekaligus fondasi bagi pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.
Baca juga : Kantongi Laba Bersih Rp 15,12 Triliun, Kinerja BNI Moncer Di Semua Lini Bisnis
RPJMN 2025-2029 menargetkan penurunan tingkat kemiskinan menjadi 4,5–5 persen pada 2029 dan kemiskinan ekstrem menjadi kurang dari 0,5 persen pada 2026. Selain itu, Indeks Modal Manusia ditargetkan meningkat menjadi 0,59 pada 2029, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen.
Baca juga : Golkar Rame-rame Kunjungi Pondok Pesantren Al Khoziny
Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah memfokuskan pelaksanaan pembangunan melalui 17 Program Prioritas Presiden dan Wakil Presiden, serta 8 Program Hasil Terbaik Cepat yang menjadi instrumen percepatan capaian pembangunan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.