BREAKING NEWS
 

Modal 320 Ribu Dosen Dan 9 Juta Mahasiswa

Kampus Bisa Jadi Mesin Pembangunan Nasional

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 13 November 2025 07:00 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy saat menyampaikan orasi pada peringatan Dies Natalis ke-71 Universitas Airlangga (Unair), Selasa (11/11/2025). (Foto: Humas Unair)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menilai, Indonesia punya modal besar untuk mempercepat kemajuan bangsa melalui perguruan tinggi. Dengan lebih dari 320 ribu dosen dan 9 juta mahasiswa, kampus diharapkan menjadi mesin pembangunan nasional.

“Kalau kita bicara masa depan pendidikan tinggi, itu berarti kita sedang bicara masa depan bangsa,” ujar Rachmat, saat menghadiri Dies Natalis ke-71 Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/11/2025).

Menurut Rachmat, potensi besar dunia kampus harus diorkestrasi agar tidak berhenti pada tumpukan jurnal, namun benar-benar menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat dan mendukung arah pembangunan berkelanjutan.

Pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga arah kemajuan nasional, sekaligus membentuk karakter generasi penerus yang berintegritas.

Baca juga : Dari Serang Ke Jayawijaya Mendes Dongkrak Desa Maju Lewat Potensi Lokal

Dalam kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, menempatkan pendidikan tinggi dalam posisi strategis. Fokus kebijakan pembangunan nasional lima tahun ke depan mencakup banyak hal. Mulai dari peningkatan akses pendidikan, relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri, lalu mutu pembelajaran.

“Terutama mengenai penguatan riset dan inovasi yang mendukung agenda pembangunan berkelanjutan,” tuturnya.

Dia menilai, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara berbasis pengetahuan (knowledge-based economy). Dengan lebih dari 320 ribu dosen, 8.000 peneliti, dan sekitar 9 juta mahasiswa, potensi Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia dinilai cukup untuk mendorong kemajuan riset dan inovasi nasional.

Namun, Rachmat mengingatkan bahwa potensi besar tersebut harus diorkestrasi dengan baik agar hasil riset tidak berhenti di jurnal, tetapi memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca juga : Harapan Cak Imin, Perempuan Bangsa Mesti Ikut Membesarkan PKB

“Tantangan kita adalah menghubungkan riset dengan kebutuhan nyata pembangunan. Jika riset kampus mampu menjawab tantangan masyarakat, maka pembangunan nasional akan tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Rachmat menilai, sejumlah perguruan tinggi sudah menunjukkan kontribusi konkret melalui riset yang berdampak. Dia mencontohkan Unair yang berhasil mengembangkan berbagai inovasi strategis di bidang kesehatan, ekonomi biru, dan teknologi.

Beberapa di antaranya, riset deteksi dini stunting, pengembangan vaksin, serta teknologi akuakultur berbasis Internet of Things (IoT). Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan riset kampus mampu bergerak melampaui publikasi akademik dan menghasilkan solusi bagi masyarakat.

“Unair menunjukkan bagaimana riset dapat diterjemahkan menjadi kebermanfaatan. Ini bukan sekadar prestasi akademik, tetapi kontribusi nyata bagi pembangunan,” ujar Rachmat.

Adsense

Baca juga : Fraksi PDIP Jatim Apresiasi Komitmen Kerja Pemerintah

Dia juga menyebut pentingnya membangun koordinasi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha agar riset dapat diterapkan secara luas.

Menurutnya, sinergi yang baik akan mempercepat pencapaian target pembangunan dalam RPJMN 2025–2029 dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense