BREAKING NEWS
 

Kemenbud Rilis Buku Sejarah Baru, Fadli Zon Jamin Objektivitas

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : MUHAMAD FIKY
Senin, 15 Desember 2025 12:48 WIB
Foto: Kementerian Kebudayaan

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI menggelar soft launching buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global pada 14 Desember 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Sejarah. Peluncuran ini disebut sebagai upaya penguatan kesadaran sejarah nasional.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, buku tersebut disusun untuk memperkaya pemahaman masyarakat mengenai perjalanan sejarah bangsa Indonesia hingga periode mutakhir. Ia menyebut, penulisan buku ini juga menjawab aspirasi para sejarawan yang menilai penulisan sejarah Indonesia sudah lama belum diperbarui secara komprehensif.

“Ini merupakan ikhtiar untuk menghadirkan narasi sejarah yang lebih utuh dan relevan dengan dinamika kebangsaan,” kata Fadli dalam keterangannya.

Baca juga : Dukcapil Kemendagri Kirim Tim Ke Daerah Bencana, Layani Dokumen Kependudukan

Fadli menegaskan, Kemenbud hanya berperan sebagai fasilitator dalam penyusunan buku tersebut. Seluruh substansi dan metodologi penulisan diserahkan sepenuhnya kepada tim penulis dan editor.

“Untuk menjamin otonomi akademik dan objektivitas, penulisan dilakukan secara independen oleh para sejarawan,” ujarnya.

Adsense

Buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global disusun dalam 10 jilid utama serta satu jilid faktaneka dan indeks, dengan total 7.958 halaman. Proses penulisan berlangsung selama satu tahun dan melibatkan 123 penulis serta editor dari 34 perguruan tinggi dan 11 lembaga non-perguruan tinggi.

Baca juga : Kemenhaj Lantik 400 Pejabat Baru, Wamen Dahnil: Umat Tunggu Perubahan

Penulisan buku ini tidak dimaksudkan sebagai buku teks konvensional, melainkan sebagai narasi dinamika historis bangsa Indonesia dalam konteks global.

Bersamaan dengan peluncuran buku tersebut, Kemenbud juga menetapkan Hari Sejarah melalui Keputusan Menteri Kebudayaan RI Nomor 206/M/2025 yang ditandatangani pada 8 Desember 2025. Tanggal 14 Desember dipilih merujuk pada pelaksanaan Seminar Sejarah Indonesia pertama di Yogyakarta pada 14–18 Desember 1957.

“Sejarah adalah fondasi. Kehilangan sejarah berarti kehilangan arah kebangsaan,” kata Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan. 

Baca juga : Keren, 35 Siswa Sekolah Rakyat Dapat Beasiswa Kuliah dan Jaminan Pekerjaan

 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense