BREAKING NEWS
 

Wamenkop: Kopontren Jadi Mitra Kopdes Merah Putih Dorong Penguatan Ekonomi Lokal

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Selasa, 30 Desember 2025 18:29 WIB
Wamwnkop Farida Farichah saat berkunjung ke SPPG Ponpes Daarut Tauhiid di Bandung, Jawa Barat (Jabar), Selasa (30/12/2025). (Foto: Dok. Kemenkop)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menegaskan pentingnya peran koperasi pesantren (Kopontren) dalam memperkuat ekonomi umat, serta mengajak Kopontren menjadi mitra pendamping bagi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.

Farida juga memberikan apresiasi tinggi terhadap peran Pondok Pesantren (Ponpes) Daarut Tauhiid dari Yayasan Daarut Tauhid yang dinilai sangat populer, dan memiliki kontribusi besar dalam pengembangan ekonomi umat melalui berbagai unit usaha dan koperasi yang dikelolanya.

“Pesantren selama ini lebih fokus pada pendidikan, keagamaan, dan sosial, namun kami dari Kementerian Koperasi (Kemenkop) ingin mengajak seluruh pesantren untuk memiliki unit usaha sehingga bisa berdaya secara ekonomi,” ucap Farida dalam kegiatan Kunjungan ke SPPG Ponpes Daarut Tauhiid di Bandung, Jawa Barat (Jabar), Selasa (30/12/2025).

Farida turut didampingi oleh Direktur Pembiayaan Syariah Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB) Koperasi Ari Permana dan Ketua Kopontren Daarut Tauhiid Alek Kuswandi saat eninjau Unit Usaha Oleh-Oleh Khas Bandung dari Kopontren Daarut Tauhiid, Bandung.

Ia berharap, Kopontren bisa bersinergi dengan Kopontren-Kopontren lain dalam membangun unit usaha untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di lingkungan Ponpes.

Farida menekankan Ponpes bisa bersilaturahim tidak hanya dakwah dan syiar melainkan juga dengan tujuan membangun ekonomi.

Baca juga : Refleksi Akhir Tahun, Burhanuddin Abdullah Dorong Penguatan Fondasi Ekonomi

“Termasuk pentingnya pengembangan usaha koperasi melalui pendampingan, kolaborasi, dan peningkatan skala usaha,” katanya.

Salah satu contoh keberhasilan yang disampaikan adalah usaha roti yang dimulai dengan modal Rp 150 juta dan melibatkan ahli roti profesional.

Farida mengatakan, usaha roti tersebut bekerja sama dengan Ponpes Al Ittifaq untuk pasokan sayur, serta mendapat suplai roti dari Daarut Tauhid.

Usaha yang dibuka sejak 2019 ini juga memanfaatkan garam dari Kopontren Sunan Drajat, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan kualitas produk dan efisiensi biaya.

Selain roti, usaha retail air mineral ringan juga menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan 10 outlet yang tersebar di beberapa rumah sakit.

Adsense

Adapun total omzet mencapai Rp10 miliar per bulan, dengan setiap outlet mampu meraup omzet Rp20-25 juta per hari.

Baca juga : Menkop Tekankan Peran BA Jadi Ujung Tombak Suksesnya Program Kopdes Merah Putih

Semua langkah ini didasarkan pada riset pasar yang matang dan sering berbagi pengalaman dengan Kopdes Merah Putih.

Farida juga menyoroti koperasi di Kota Bandung yang banyak disuplai produk oleh usaha ini. Ia menyarankan, agar koperasi membuat gudang sebagai aset yang dapat dijadikan agunan untuk permodalan lebih lanjut.

“Dengan csshflow yang baik, pertumbuhan usaha dapat berjalan lebih lancar,” ungkapnya.

Pendampingan dalam hal perizinan seperti PIRT dan label halal juga terus digalakkan untuk memperkuat legalitas produk.

Sistem usaha yang diterapkan bersifat open short, termasuk penyewaan alat mesin barista dengan skema bagi hasil 10 persen untuk layanan mandiri.

Farida menambahkan, program literasi dan penguatan usaha juga menjadi fokus, termasuk gerakan ‘One Pesantren One Produk’ yang mendukung pengembangan ekonomi pesantren.

Baca juga : Peruri Gelar Festival UMKM Di Rumah BUMN Karawang Dukung Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Cottage penginapan dengan rata-rata okupansi 300 per malam turut menjadi sumber pendapatan tambahan. F

arida menambahkan, regenerasi pengelola usaha juga menjadi perhatian melalui PUK (Pengembangan Usaha dan Kemitraan) yang memiliki kapasitas hingga 4.000 MBG, yang diperuntukkan tidak hanya bagi santri tapi juga masyarakat umum.

Namun, kendala utama yang masih dihadapi adalah masalah jaminan rumah bagi sekitar 1.400 santri.

Ia juga menekankan, SPPG dijalankan oleh anak perusahaan koperasi, dan koperasi-koperasi existing berperan sebagai kakak asuh bagi Kopdes Merah Putih yang memerlukan pendampingan penuh, terutama di wilayah Bandung.

“Pendampingan ini disesuaikan dengan karakter daerah masing-masing melalui juklak (petunjuk pelaksanaan) yang fleksibel,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense