RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau Dermaga Niaga Pelabuhan Nabire di Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Senin (20/4). Peninjauan ini untuk memastikan kesiapan infrastruktur pelabuhan dalam mendukung distribusi logistik di Papua Tengah.
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan konektivitas dan infrastruktur transportasi sebagai tulang punggung pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia.
Di lokasi, Wapres menerima paparan dari Kepala Kantor Unit Pelayanan Pelabuhan Kelas II Nabire Ewanggen Kokoya. Ia menjelaskan panjang dermaga saat ini sekitar 227 meter dengan lebar 12 meter. Kapal yang dilayani memiliki panjang antara 144 meter hingga 177 meter.
Baca juga : Dukung SDM Unggul, ASDP Hadirkan Fasilitas Belajar Modern Inklusif
Kondisi tersebut membuat ruang sandar terbatas. Saat kapal penumpang bersandar, kapal kargo harus menunggu di luar pelabuhan karena tidak dapat bersandar bersamaan.
Ewanggen juga menyoroti keterbatasan fasilitas trestle atau jembatan penghubung ke dermaga. Saat ini hanya tersedia tiga trestle yang digunakan untuk aktivitas penumpang dan bongkar muat barang.
“Kalau dipakai bersamaan untuk keluar masuk barang, tidak memungkinkan,” ujarnya.
Baca juga : Kumpulkan Industri Hulu-Hilir, Menperin Jaga Stabilitas Pasokan Plastik
Selain itu, kapasitas pelabuhan dinilai belum memadai untuk melayani kontainer berukuran besar. Kontainer 40 feet yang kini banyak digunakan sulit untuk berpapasan di area bongkar muat.
Sebagai solusi, pihak pelabuhan mengusulkan perpanjangan dermaga serta penambahan fasilitas pendukung untuk meningkatkan kapasitas layanan.
Pelabuhan Nabire memiliki peran strategis dalam menopang kebutuhan logistik wilayah sekitar. Sekitar 80 persen kebutuhan masyarakat di delapan kabupaten di Papua Tengah bergantung pada pelabuhan ini.
Baca juga : Ekspansi Bisnis, KAI Logistik Target Angkut CPO 200 Ribu Ton Per Tahun di Sumut
Menanggapi hal tersebut, Wapres meminta pemerintah daerah menyusun perencanaan pembangunan yang terarah dan berkelanjutan. Pelabuhan Nabire diminta menjadi simpul utama pengembangan ekonomi daerah.
Perencanaan tersebut diharapkan mengintegrasikan sektor logistik, perdagangan, dan konektivitas antarwilayah. Dengan begitu, manfaat pembangunan pelabuhan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Turut mendampingi Wapres dalam peninjauan ini antara lain Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Kepala BP3OKP Papua Tengah Petrus Waine, Bupati Nabire Mesak Magai, serta Plt Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.