BREAKING NEWS
 

Perkuat Distribusi Pangan Nasional

Zulhas Percepat Operasional Koperasi Desa Merah Putih

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Selasa, 21 April 2026 07:00 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (keempat kanan) memimpin Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Percepatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jakarta, Senin (20/4/2026). Hadir dalam rapat tersebut, antara lain Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto. Foto: Dok. Kemenko Pangan

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mempercepat operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) guna memperkuat distribusi pangan nasional. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar membangun ekosistem pangan berbasis desa yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan memimpin rapat koordinasi terbatas lintas kementerian di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Rapat tersebut digelar untuk memastikan program berjalan optimal dan tepat sasaran. Selain itu, memastikan implementasi KDKMP terintegrasi dari pusat hingga daerah.

Hingga 20 April 2026, progres pembangunan fisik menunjukkan perkembangan signifikan.

Dari total 83.764 desa, sebanyak 5.714 titik telah selesai dibangun. Sebanyak 25.625 titik masih dalam proses, sementara 35.408 titik lahan telah siap dibangun.

Di sisi sumber daya manusia, pemerintah membuka 35.476 formasi. Rinciannya, 30.000 manajer KDKMP dan 5.476 pengelola Kampung Nelayan Merah Putih.

Zulhas sapaan Zulkifli Hasan mengatakan, antusiasme masyarakat mengikuti seleksi cukup tinggi. Jumlah pendaftar mencapai 383.830 orang, terdiri dari 220.364 pendaftar KDKMP dan sekitar 64 ribu pendaftar KNMP.

Baca juga : Terungkap Di Pengadilan, Saksi Sebut Noel Minta 1 Miliar Untuk Operasional

“Proses seleksi dilakukan secara terbuka dan transparan berbasis merit. Peserta tidak dipungut biaya dan berada di bawah koordinasi panitia seleksi nasional,” kata Zulhas.

Mantan Menteri Perdagangan ini menambahkan, SDM yang lolos akan berstatus pegawai BUMN non-ASN.

Mereka diharapkan menjadi penggerak utama operasional koperasi, terutama dalam distribusi pangan dan pengembangan ekonomi desa.

KDKMP dirancang sebagai pusat layanan ekonomi desa yang terintegrasi. Layanannya mencakup gerai sembako, logistik desa, simpan pinjam, klinik, apotek, hingga agen pupuk dan LPG.

Selain itu, tersedia layanan keuangan seperti BRILink serta pusat distribusi bantuan pemerintah. Koperasi ini juga berperan sebagai penghubung ekonomi desa untuk mendorong perputaran ekonomi lokal.

Dalam operasionalnya, KDKMP akan menggandeng sejumlah BUMN strategis. Di antaranya, BULOG sebagai penyerap hasil pertanian, PT Agrinas untuk distribusi kebutuhan, serta PLN dan PT Pos Indonesia.

Adsense

Keterlibatan BUMDes dan pelaku UMKM desa juga diperkuat. Untuk mendukung logistik, koperasi akan dilengkapi fasilitas cold storage dan armada angkut seperti pick-up dan truk.

Baca juga : Prabowo Gagas MBG Sejak 2006, Sebelum Ada Gerindra

Pemerintah menargetkan 30.000 unit KDKMP rampung pada Juni–Juli 2026. Program ini diharapkan mulai dirasakan luas oleh masyarakat pada 2027.

“Program ini bukan sekadar koperasi. Ini infrastruktur strategis untuk mendekatkan masyarakat desa dengan pusat logistik, akses keuangan, dan peluang ekonomi,” ujar Zulhas.

Pemerintah memastikan akan terus mengawal program ini melalui koordinasi intensif, pendampingan BUMN dan penguatan kelembagaan di tingkat desa.

Dalam kesempatan itu, Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata menekankan pentingnya kualitas SDM pengelola KDKMP.

Menurutnya, manajer koperasi tidak cukup hanya memiliki kemampuan administratif. Pemerintah mencari sosok yang paham kewirausahaan dan mampu menggerakkan ekonomi desa.

“Karakter yang kami inginkan lincah, paham bisnis, dan bisa berinteraksi dengan banyak pihak,” ujarnya.

Dia menambahkan, manajer akan banyak berhubungan dengan pelaku usaha, BUMN, hingga vendor. Karena itu, kemampuan komunikasi dan bisnis menjadi kunci. Para manajer akan berstatus pegawai BUMN non-ASN dengan sistem kontrak.

Baca juga : PSI Banten Kebut Bikin Struktur Di Tingkat Ranting

Evaluasi dilakukan berkala untuk menjaga kinerja.

“Yang penting orangnya tepat, karena ini program prioritas presiden,” katanya.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, pemerintah mulai mengantisipasi kendala di lapangan, termasuk potensi lokasi pembangunan yang berdekatan.

“Sedang kami koordinasikan agar bisa tertata dengan baik,” ujarnya.

Pemerintah juga menyiapkan opsi pembangunan vertikal untuk wilayah dengan lahan terbatas. Langkah ini agar program tetap berjalan sesuai rencana.

Melalui percepatan tersebut, KDKMP diharapkan mendorong ekonomi desa dan memperluas akses logistik, keuangan, serta pasar bagi masyarakat. JAR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Selasa, 21 April 2026 dengan judul "Perkuat Distribusi Pangan Nasional, Zulhas Percepat Operasional Koperasi Desa Merah Putih"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense