Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bersama Pasukan Amerika Cs Di Laut Filipina
Militer Jepang Akhirnya Ikut Latihan Gabungan
Selasa, 21 April 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah situasi dunia yang tak menentu gara-gara konflik Timur Tengah, ribuan tentara Amerika Serikat (AS) dan Filipina menggelar latihan militer tahunan, Balikatan, Senin (20/5/2026).
Bedanya, tahun ini Jepang ikut dengan armada besar, diikuti 1.400 personel. Balikatan, yang berarti “Bahu Membahu”, juga melibatkan kontingen dari Australia, Selandia Baru, Prancis, serta Kanada.
Latihan tersebut mencakup berbagai skenario. Termasuk latihan tembak langsung di wilayah utara Filipina yang menghadap Selat Taiwan, serta di provinsi yang berada di kawasan sengketa Laut China Selatan. Wilayah ini diketahui kerap menjadi titik ketegangan antara Filipina dan China.
Dalam salah satu agenda latihan, Jepang dijadwalkan menggunakan rudal jelajah Type 88 untuk menenggelamkan kapal penyapu ranjau peninggalan Perang Dunia II di perairan lepas pantai utara Pulau Luzon.
Baca juga : Sheila Dara Aisha Alhamdulillah, Sudah Kembali Beraktivitas
Militer Jepang mengerahkan sekitar 1.400 personel. Partisipasi Jepang dalam Balikatan tahun ini menjadi yang pertama, menyusul perjanjian akses timbal balik yang telah disahkan parlemen Jepang pada Juni tahun lalu.
Tokyo telah memperkuat kerja sama pertahanannya dengan Manila setelah keduanya menandatangani perjanjian akses timbal balik pada tahun 2024, yang memungkinkan mereka untuk mengerahkan pasukan militer di wilayah masing-masing.
Kolonel Takeshi Higuchi mengatakan, latihan tersebut diharapkan dapat memperkuat stabilitas kawasan.
“Latihan ini berkontribusi menciptakan lingkungan keamanan, dan tidak mentolerir upaya sepihak untuk mengubah status quo dengan kekuatan,” ujarnya.
Baca juga : Hanya 3 Jenis BBM Nonsubsidi yang Naik Harga
Secara keseluruhan, lebih dari 17.000 personel gabungan terdiri atas tentara, angkatan udara dan angkatan laut ikut ambil bagian dalam latihan yang berlangsung selama 19 hari tersebut.
Pelaksanaan latihan ini bertepatan dengan mendekatnya akhir masa gencatan senjata antara Iran, AS, dan Israel di Timur Tengah.
Letnan Jenderal AS Christian Wortman dalam upacara pembukaan menegaskan komitmen negaranya di kawasan Indo-Pasifik, tetap menjadi prioritas.
“Terlepas dari tantangan di kawasan lain, fokus Amerika Serikat pada Indo-Pasifik serta komitmen terhadap Filipina tidak berubah,” tegasnya.
Baca juga : Negosiasi AS-Iran Alot, Selat Hormuz Buka-Tutup
Dia juga menyampaikan bahwa sekitar 10.000 personel AS bakal terlibat dalam latihan tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya