RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) sebagai pembina pelayanan publik di Indonesia terus melakukan perbaikan kualitas layanan kepada publik. Salah satunya, menyusun konsep penyelenggaraan pelayanan publik yang berbasis pada kebutuhan masyarakat.
Transformasi tersebut diarahkan untuk menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan kehidupan warga melalui pendekatan human-centric atau berpusat pada manusia.
Dengan pendekatan ini, Pemerintah berupaya memastikan negara hadir dan melayani sesuai kebutuhan masyarakat pada setiap tahap kehidupan.
Menteri PANRB Rini Widyantini mengatakan, transformasi pelayanan publik berbasis kebutuhan manusia terus diupayakan agar layanan Pemerintah semakin relevan dan mudah diakses masyarakat.
Pengembangan pelayanan publik juga diarahkan dengan mengedepankan siklus kehidupan manusia sebagai dasar penyusunan layanan.
Baca juga : Untuk Pemilu 2029, Golkar Dorong Kajian E-Voting
“Pendekatan human-centric menjadi fondasi utama transformasi ini. Dengan pendekatan baru melalui layanan publik multikanal, serta integrasi layanan digital untuk memudahkan masyarakat mendapatkan layanan,” ujar Rini dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, pelayanan publik harus lebih peka terhadap keberagaman kebutuhan masyarakat. Inklusivitas bukan hanya soal menyediakan akses fisik, melainkan juga menghadirkan rasa aman, informasi yang mudah dipahami, komunikasi yang ramah, serta aparatur yang memiliki empati dan kompetensi dalam melayani kelompok rentan.
Karena itu, transformasi digital Pemerintah menjadi salah satu fokus utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, responsif dan melayani.
“Transformasi pelayanan publik harus dapat menghadirkan standar layanan yang lebih spesifik dan melihat dari kacamata masyarakat atau user experience saat mengakses layanan. Semakin Pemerintah dekat dengan masyarakat, maka semakin baik,” katanya.
Rini menegaskan, terwujudnya pelayanan publik yang responsif dan berkualitas membutuhkan kolaborasi, fasilitasi implementasi, serta pemantauan berkelanjutan untuk memastikan perubahan benar-benar terjadi di lapangan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Baca juga : Golkar Papua Bertekad Perkuat Struktur Hingga Tingkat Desa
Birokrat asal Bandung, Jawa Barat itu menambahkan, integrasi layanan publik berbasis life event akan menghasilkan pelayanan yang lebih cepat, akurat, dan minim beban, baik bagi masyarakat maupun penyelenggara layanan.
Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto mengatakan, kebutuhan masyarakat yang terus berkembang serta dinamika global telah mendorong pergeseran paradigma pelayanan publik. Layanan kini dituntut semakin berorientasi ke masa depan, digital dan inovatif, proaktif serta terpersonalisasi, berbasis data dan melibatkan masyarakat secara aktif.
Menurutnya, perubahan tersebut mendorong transformasi menuju pelayanan publik yang lebih humanis, dirancang mengikuti siklus hidup masyarakat, tersedia secara omni-channel, serta didukung mekanisme umpan balik yang berkelanjutan.
“Pelayanan publik harus lebih peka terhadap keberagaman kebutuhan masyarakat. Inklusivitas bukan hanya soal menyediakan akses fisik, juga menghadirkan rasa aman, informasi yang mudah dipahami, komunikasi yang ramah, serta aparatur yang memiliki empati dan kompetensi dalam melayani kelompok rentan,” jelasnya.
Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Otok Kuswandaru menjelaskan, pemetaan awal life event disusun dengan mengacu pada praktik-praktik baik di sejumlah negara dan kemudian dikontekstualisasikan dengan kebutuhan pelayanan publik di Indonesia.
Baca juga : Bank Sentral Naikkan BI Rate Menjadi 5,25 Persen
Pemetaan tersebut menjadi dasar pengelompokan layanan agar masyarakat lebih mudah menemukan layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka pada setiap peristiwa kehidupan.
“Penggabungan siklus hidup dan peristiwa kehidupan menjadi dasar untuk merancang ekosistem layanan publik yang lebih kontekstual, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujar Otok. ASI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Kamis, 4 Juni 2026 dengan judul "Negara Hadir Di Setiap Fase Kehidupan, Layanan Publik Harus Peka Terhadap Kebutuhan Warga"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.