RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menyiapkan sejumlah strategi untuk mempercepat transisi energi dan memperkuat kemandirian energi nasional, mulai dari pengembangan bahan bakar nabati B50 hingga percepatan penggunaan kendaraan listrik.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah memperbesar pemanfaatan energi bersih sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Strategi transisi energi juga diarahkan untuk menghadapi risiko gangguan pasokan akibat dinamika geopolitik dan rantai pasok global.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengatakan pengembangan energi baru, terbarukan, dan konservasi energi merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah. Kebijakan tersebut juga sejalan dengan agenda Asta Cita untuk mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi.
“Energi baru terbarukan merupakan bagian dari program prioritas pemerintah yang tertuang dalam Asta Cita, yaitu memantapkan sistem pertahanan dan keamanan negara, serta mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi,” ujar Yuliot saat membuka IndoEBTKE Convention and Exhibition (ConEx) 2026 di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Baca juga : Pemerintah Targetkan Tambahan 42,6 GW Energi Terbarukan Hingga 2034
Selain meningkatkan kapasitas pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT), Pemerintah mendorong diversifikasi sumber energi melalui implementasi bahan bakar nabati B50. Program tersebut menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan pemanfaatan sumber energi domestik.
Di sektor transportasi, Pemerintah juga mempercepat penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya konservasi energi dan pengurangan penggunaan bahan bakar fosil. Pengembangan ekosistem kendaraan listrik diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan penggunaan energi bersih.
Upaya transisi energi juga dilakukan melalui pembangunan jaringan gas serta pemanfaatan compressed natural gas(CNG) sebagai salah satu alternatif substitusi liquefied petroleum gas (LPG). Diversifikasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pasokan energi nasional.
Pemerintah juga melihat potensi besar pengembangan energi dari sampah perkotaan melalui teknologi waste to energy. Pemanfaatan teknologi tersebut memungkinkan sampah diolah menjadi listrik, biomassa, maupun bahan bakar minyak terbarukan.
Baca juga : Eddy Soeparno: Transisi Energi Harus Menjadi Strategi Pembangunan Nasional
Berdasarkan data yang disampaikan Yuliot, timbulan sampah nasional pada 2025 mencapai sekitar 52,6 juta ton atau setara sekitar 145 ribu ton per hari. Namun, baru sekitar 25 persen dari total sampah tersebut yang telah terkelola.
Pengembangan waste to energy dinilai tidak hanya dapat menambah sumber energi alternatif, tetapi juga membantu mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Pengolahan sampah menjadi energi juga dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi sirkular.
Di sektor ketenagalistrikan, Pemerintah telah menetapkan target penambahan kapasitas pembangkit dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Dari rencana tambahan kapasitas sekitar 70 gigawatt (GW), sebanyak 42,6 GW atau sekitar 62 persen ditargetkan berasal dari energi baru dan terbarukan.
“Pada RUPTL ini sekitar 62 persen, sekitar 42,6 gigawatt, ini merupakan target kita untuk meningkatkan pasokan energi, khususnya energi baru dan terbarukan,” kata Yuliot.
Baca juga : Wamen ESDM Resmikan Proyek Gasifikasi Batubara Di Kaltim, Buka Jalan Hilirisasi
Meski demikian, Pemerintah menilai percepatan transisi energi tidak cukup hanya dengan menambah kapasitas pembangkit dan memperluas penggunaan energi bersih. Penguatan rantai pasok, industri manufaktur, penguasaan teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem energi nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.