RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus melacak sinyal perangkat telekomunikasi milik delapan warga (lima jurnalis dan tiga awak kapal) yang hilang di perairan Selat Sunda saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau, dengan memanfaatkan jaringan operator seluler dan sistem pemantauan frekuensi.
Lima jurnalis yang hilang itu adalah Muhammad Bagus Khoirunas (Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira (iNews), dan Daus (Anadolu).
Sementara tiga kru kapal yang dimaksud adalah kapten kapal Warta (55), ABK Sukarman (60), dan pemandu (guide) Heriyanto (49).
"Kemkomdigi sudah berkoordinasi dengan operator seluler. Tiga operator seluler sudah mendeteksi BTS (Base Transceiver Station, perangkat pemancar dan penerima sinyal dalam jaringan seluler, Red) yang ada di seputaran Selat Sunda, baik yang ada di Banten maupun yang ada di Lampung," kata Wamen Komdigi Nezar Patria, saat meninjau Posko SAR Gabungan di Carita, Pandeglang, Banten, seperti dikutip ANTARA, Sabtu (12/9/2026).
Baca juga : BAZNAS Tanggap Bencana Lanjutkan Pencarian Jurnalis Di Selat Sunda
Nezar menyebut pemantauan juga dilakukan melalui Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio yang ada di wilayah Banten dan Lampung, untuk melacak sinyal telekomunikasi yang terdeteksi di area pencarian.
"Kita terus melakukan pengecekan kalau-kalau ada sinyal yang tertangkap," ujarnya.
Menurut Nezar, informasi dari operator seluler mengenai aktivitas telekomunikasi di area pemantauan diteruskan kepada tim SAR, agar bisa jadi masukan untuk menemukan lokasi terakhir delapan warga yang hilang di Selat Sunda.
Berdasarkan hasil pelacakan, kontak komunikasi terakhir terdeteksi pada 7 September 2026 di Pulau Sebesi, dekat Gunung Anak Krakatau.
Baca juga : Pencarian 5 Jurnalis & 3 Awak Kapal, Tim SAR Gabungan Sisir Pulau Sertung
"Dari operator seluler, kita sudah mendapatkan informasi dan sudah diteruskan kepada SAR. Sudah diproses, berupa kontak terakhir di Pulau Sebesi," beber Nezar.
Di hari kelima pencarian, Sabtu (12/9/2026), area penelusuran diperluas untuk mencari tahu keberadaan delapan warga yang hilang.
Tim SAR Banten didukung personel TNI Angkatan Laut dan Polairud mengerahkan 14 kapal serta satu helikopter, untuk menelusuri titik-titik tempat mereka kemungkinan berada.
"Kami minta seluruh rakyat Indonesia mendoakan, agar kita semua diberikan kekuatan dalam proses pencarian ini. Semoga kita bisa menemukan delapan warga yang sekarang berada di perairan Selat Sunda," tutur Nezar.
Baca juga : Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Terdeteksi Lagi
Kemkomdigi juga memantau informasi yang beredar di ruang digital, terkait insiden hilangnya rombongan jurnalis dan warga di perairan Selat Sunda.
Nezar mengimbau masyarakat, agar memverifikasi informasi yang beredar platform digital, serta menjadikan informasi resmi dari tim yang terlibat langsung dalam operasi pencarian sebagai rujukan utama.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.