RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengajak investor menggarap pasar kesehatan Indonesia yang berpotensi mencapai 840 miliar dolar AS (sekitar Rp 14 ribu triliun) per tahun. Besarnya peluang tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat industri kesehatan dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada produk impor dan menciptakan lapangan kerja.
Hal itu disampaikan Budi dalam forum Economic & Diplomatic Breakfast bertajuk Building National Health Systems, Growing Regional Resilience to Scale Global Impact yang digelar di kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Budi yang akrab disapa BGS, menilai biaya layanan kesehatan di Indonesia yang relatif rendah dibandingkan negara lain menjadi daya tarik bagi investor global untuk masuk dan mengembangkan bisnis di pasar domestik.
“Ini waktu yang tepat untuk masuk atau buy low, karena biaya kita saat ini termasuk yang paling rendah dan ruang pertumbuhannya sangat tinggi,” kata Budi.
Menurutnya, sektor kesehatan dapat menjadi salah satu mesin utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai 8 persen. Namun, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia karena masih tingginya ketergantungan terhadap impor obat-obatan dan alat kesehatan.
Saat ini, pengeluaran kesehatan Indonesia mencapai sekitar 40 miliar dolar AS per tahun, dengan pertumbuhan historis rata-rata 9 hingga 11 persen. Angka tersebut menunjukkan besarnya permintaan pasar yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong investasi, produksi dalam negeri dan penciptaan lapangan kerja.
“Saya selalu menyampaikan kepada Menko Perekonomian, jika mencari pendorong pertumbuhan PDB 8 persen, inilah sektornya,” cetusnya.
Baca juga : 1.509 Kadet Mengabdi Di 181 Sekolah Rakyat
Untuk mengoptimalkan peluang tersebut, Kemenkes bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan menarik investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI).
Investasi diarahkan untuk memperkuat kapasitas manufaktur farmasi dan alat kesehatan di dalam negeri, sehingga pertumbuhan belanja kesehatan masyarakat dapat memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Budi memaparkan, besarnya peluang bisnis kesehatan juga berkaitan dengan peningkatan angka harapan hidup masyarakat. Saat ini, angka harapan hidup Indonesia rata-rata 72 tahun, dengan pengeluaran kesehatan sekitar 120 hingga 130 dolar AS per kapita per tahun.
Sebagai perbandingan, Malaysia memiliki angka harapan hidup 76 tahun dengan belanja kesehatan 430 dolar AS per kapita. Sementara, Singapura mencatatkan angka harapan hidup 84 tahun dengan pengeluaran kesehatan mencapai 3.300 dolar AS per kapita.
Menurut Budi, jika Indonesia mampu meningkatkan angka harapan hidup hingga mendekati Malaysia dalam 5 tahun ke depan, terdapat peluang tambahan belanja kesehatan sekitar 300 dolar AS per kapita.
“Dikalikan 280 juta penduduk, itu berarti ada potensi pasar baru sebesar 84 miliar dolar AS di sektor kesehatan Indonesia,” tuturnya.
Selain mendorong investasi, Budi menegaskan, pentingnya pemerataan fasilitas kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperpanjang harapan hidup masyarakat.
Baca juga : PKS Dorong Pemerintah Percepat Penanganan Karhutla
Dia menceritakan pengalaman keluarganya ketika sang ibu mengalami stroke pada usia 65 tahun di Bogor. Saat itu, keluarga harus mencari rumah sakit di Jakarta karena tidak tersedia fasilitas CT scan yang berfungsi di Bogor.
Proses untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan membutuhkan waktu sekitar enam jam sejak gejala stroke pertama muncul. Sang ibu kemudian hidup dengan keterbatasan fisik selama 14 tahun sebelum meninggal dunia pada usia 79 tahun.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu pendorongnya membenahi fasilitas kesehatan sejak menjabat sebagai Menkes pada Desember 2020.
Budi mengungkapkan, Pemerintah memperoleh pinjaman sebesar 4 miliar dolar AS melalui sindikasi lembaga pembiayaan internasional untuk pengadaan berbagai peralatan medis, termasuk 500 unit CT scan, 500 unit catheterization laboratory (cath lab), mamografi, serta fasilitas hemodialisis.
Peralatan tersebut mulai didistribusikan ke berbagai daerah guna memperkuat pelayanan kesehatan di 514 kabupaten dan kota. Di sisi lain, perkembangan bioteknologi, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), serta teknologi medis dinilai membuka peluang baru bagi industri kesehatan, termasuk dalam upaya memperpanjang usia hidup manusia.
“Jika kita bisa mengelola dan mengontrol kondisi kesehatan seluruh organ tubuh kita, secara teori kita bisa hidup hingga 120 tahun,” jelasnya.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie turut menyoroti besarnya potensi ekonomi sektor kesehatan. Menurutnya, sektor ini mencatatkan nilai perputaran ekonomi langsung hingga 60 miliar dolar AS setiap tahun.
Baca juga : Pemerintah Siapkan Empat Pilar Utama
“Kadin bergerak di bidang perdagangan, industri, serta investasi. Ketika kita membicarakan kesehatan, inilah sektor yang kami yakini akan membantu mengungkit pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5 persen, melonjak 8 persen,” katanya.
Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Indonesia Bidang Luar Negeri James Riady menegaskan, transformasi kesehatan bagian penting dalam memperkuat fondasi ekonomi dan meningkatkan daya saing Indonesia.
Menurut James, kesehatan tidak hanya menentukan kualitas sumber daya manusia, produktivitas, dan ketahanan bangsa, tetapi juga membuka peluang investasi serta kerja sama internasional di bidang farmasi, teknologi medis, riset, dan pembiayaan.
Karena itu, dia menilai sektor kesehatan perlu mendapat tempat lebih kuat dalam diplomasi ekonomi Indonesia. Hubungan dengan negara sahabat harus diterjemahkan menjadi kemitraan konkret yang memperluas akses pelayanan, meningkatkan kemampuan industri dalam negeri, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kesehatan menyangkut modal manusia, produktivitas, ketahanan, investasi, teknologi dan semakin erat kaitannya dengan kerja sama internasional,” ujar James. KPJ
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Minggu, 11 Oktober 2026 dengan judul "Potensi Bisnis Capai Rp 14 Ribu Triliun Per Tahun Budi Gunadi Ajak Investor Garap Pasar Kesehatan RI"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.