BREAKING NEWS
 

Tanam Disiplin & Empati

1.509 Kadet Mengabdi Di 181 Sekolah Rakyat

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : WIDIA SAPUTRA
Minggu, 11 Oktober 2026 06:55 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (kiri) bersama Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto (kanan) memimpin upacara pelepasan pengabdian kadet Universitas Pertahanan (Unhan) RI ke Sekolah Rakyat 2026 di Skadron Udara 18 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (9/10/2026). ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/RWA.

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 1.509 kadet dan personel Universitas Pertahanan (Unhan) RI diberangkatkan untuk mengabdi di 181 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

Selama dua pekan, mereka akan mendampingi siswa dalam membangun karakter, menanamkan kedisiplinan dan menumbuhkan tanggung jawab melalui pembiasaan positif yang mengedepankan empati.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf bersama Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto melepas keberangkatan para kadet dan personel tersebut dalam upacara di Skadron Udara 18, Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (9/10/2026).

Bertindak sebagai inspektur upacara, pria yang akrab disapa Gus Ipul itu resmi memberangkatkan para peserta pengabdian untuk menjalankan tugas pada 9–27 Oktober 2026.

“Dengan mengucap syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, Jumat, 9 Oktober 2026, pukul 08.00 WIB, pengabdian kadet Unhan ke Sekolah Rakyat dengan resmi diberangkatkan,” katanya.

Dalam sambutannya, mantan Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal itu mengatakan, siswa Sekolah Rakyat membutuhkan pendampingan secara menyeluruh.

Sebagian dari mereka berasal dari keluarga kurang mampu dan menghadapi beragam tantangan dalam beradaptasi dengan kehidupan sekolah berasrama.

Baca juga : PKS Dorong Pemerintah Percepat Penanganan Karhutla

“Ini siswa-siswa ‘istimewa’ yang membutuhkan pendampingan menyeluruh dan utuh. Dibutuhkan empati dan kerja dengan hati,” kata Gus Ipul.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu berharap, para kadet dapat menjadi teladan dalam membangun kedisiplinan dan tanggung jawab siswa melalui berbagai pembiasaan positif.

Menurut dia, pendampingan bukan bertujuan menyeragamkan kemampuan, melainkan menanamkan kebiasaan yang mendukung keberhasilan belajar dan kehidupan sehari-hari.

“Inilah yang kami harapkan bisa ditularkan dari kadet Unhan kepada siswa Sekolah Rakyat. Disiplin mengikuti jadwal dan disiplin untuk memperkuat tanggung jawab,” katanya.

Gus Ipul menegaskan, program pengabdian tersebut bukan bentuk perpeloncoan, melainkan upaya membangun kebiasaan baik yang disesuaikan dengan kemampuan, usia, dan jenjang pendidikan siswa.

Adsense

Dia juga mengingatkan seluruh pihak agar mencegah tiga persoalan di lingkungan pendidikan, yakni perundungan, kekerasan fisik dan seksual, serta intoleransi.

Mantan Wali Kota Pasuruan, Jawa Timur itu, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Unhan atas dukungan terhadap program tersebut.

Baca juga : Pemerintah Siapkan Empat Pilar Utama

Kehadiran para kadet diharapkan dapat membantu siswa Sekolah Rakyat mengembangkan kedisiplinan melalui pendampingan yang mengedepankan keteladanan dan kesetaraan.

Dia berharap, para kadet memanfaatkan waktu selama dua minggu dengan baik, dampingi siswa Sekolah Rakyat dengan penuh empati dan junjung kesetaraan dalam pendidikan.

“Karena siswa Sekolah Rakyat butuh keteladanan, role model, bimbingan nyata di tengah-tengah mereka. Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kemhan lewat Unhan,” kata Gus Ipul.

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto mengatakan, pengabdian tersebut menjadi kesempatan bagi para kadet untuk menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Unhan.

Bekal itu terutama berkaitan dengan pembinaan karakter, kedisiplinan, nasionalisme dan bela negara.

Dia meminta para kadet membagikan pengetahuan tersebut sekaligus memberikan teladan kepada siswa Sekolah Rakyat agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia.

“Karena yang paling penting saat ini bagaimana kita membentuk karakter bangsa Indonesia. Ini suatu hal yang sangat luar biasa, kalian mendapatkan kesempatan yang sangat baik untuk mengabdikan kepada masyarakat,” kata Donny.

Baca juga : Perjuangkan Aspirasi Umat, PKB Jatim Perkuat Struktur Ranting dan Anak Ranting

Donny juga mengajak para kadet menjadikan pengabdian tersebut sebagai ibadah. Menurut dia, kegiatan ini berpotensi mendukung upaya memutus rantai kemiskinan melalui program Sekolah Rakyat.

Program pengabdian ini melibatkan 1.509 personel, terdiri atas 1.188 kadet Unhan, 74 perwira siswa (pasis) kedokteran, 182 pendamping organik, 24 koordinator wilayah dan 41 pimpinan. Mereka akan bertugas di 181 Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia.

Materi pengabdian mencakup disiplin dan kepemimpinan, Pancasila dan bela negara, pembinaan jasmani, keterampilan kepramukaan, seni dan budaya, integrasi sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM), serta nasionalisme dan sejarah perjuangan bangsa.

Melalui kegiatan tersebut, para kadet diharapkan membantu membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, dan menumbuhkan tanggung jawab siswa Sekolah Rakyat pada jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas. ASI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Minggu, 11 Oktober 2026 dengan judul "Tanam Disiplin & Empati 1.509 Kadet Mengabdi Di 181 Sekolah Rakyat"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense