BREAKING NEWS
 

Mensos Bicara Kemandirian Ekonomi

Bansos Sementara, Berdaya Selamanya

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : WIDIA SAPUTRA
Rabu, 21 Oktober 2026 06:55 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, saat menghadiri kegiatan Model Wadah Ekosistem Pemberdayaan Usaha Masyarakat melalui Perintis Berdaya Connect di Bandung Creative Hub, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mendorong integrasi bantuan sosial (bansos) dengan pemberdayaan ekonomi agar keluarga prasejahtera tidak terus bergantung pada bantuan Pemerintah.

Melalui Sekolah Rakyat dan pelatihan usaha mikro, Kementerian Sosial (Kemensos) berupaya membuka peluang bagi keluarga penerima manfaat untuk meningkatkan pendapatan dan membangun kemandirian ekonomi.

Upaya tersebut disampaikan Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, saat menghadiri kegiatan Model Wadah Ekosistem Pemberdayaan Usaha Masyarakat melalui Perintis Berdaya Connect di Bandung Creative Hub, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026).

Dalam kegiatan itu, dia menekankan pentingnya menghubungkan bantuan sosial dengan program pemberdayaan yang mampu meningkatkan penghasilan keluarga.

“Bansos, sementara. Berdaya, selamanya. Sederhananya begitu,” tegas Gus Ipul.

Baca juga : Pemerintah Percepat Akses Keuangan Daerah

Menurut dia, Sekolah Rakyat berpotensi menjadi pintu masuk pemberdayaan keluarga secara terpadu. Program yang telah menjangkau sekitar 44.000 siswa tersebut tidak hanya memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga membuka kesempatan bagi orang tua untuk memperbaiki kondisi ekonomi rumah tangga.

Karena itu, Kemensos mendorong agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat diikuti langkah konkret untuk memperkuat usaha dan pendapatan keluarga. Dengan pendekatan ini, manfaat program diharapkan tidak hanya dirasakan anak melalui pendidikan, tetapi juga oleh orang tua dalam bentuk peningkatan kesejahteraan ekonomi.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pelatihan Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi (LAKSMI). Program ini melibatkan 100 pelaku usaha mikro di wilayah Bandung Raya, dengan sasaran utama ibu atau wali siswa Sekolah Rakyat. Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan penghasilan keluarga.

Adsense

Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk intervensi untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro. Pemerintah berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kegiatan usaha yang berkelanjutan.

Gus Ipul menjelaskan, integrasi bantuan sosial dan pemberdayaan merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar program Pemerintah tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Keluarga penerima manfaat juga perlu memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan ekonomi sehingga secara bertahap dapat hidup lebih mandiri.

Baca juga : Cinta Laura, Peri Seksi Di LA

Menurut dia, bansos tetap diperlukan untuk melindungi masyarakat rentan ketika menghadapi kesulitan. Namun, perlindungan tersebut perlu dilengkapi program pemberdayaan yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan setiap keluarga.

Selama ini, bantuan sosial dan pemberdayaan memiliki tujuan yang saling berkaitan, tetapi pelaksanaannya belum selalu terhubung secara optimal. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu dibenahi agar keluarga penerima manfaat memperoleh dukungan yang lebih terpadu.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu menilai, koordinasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam memperkuat pelaksanaan program. Ego sektoral dan perbedaan mekanisme kerja tidak boleh menghambat upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kolaborasi lintas sektor, keluarga penerima bantuan diharapkan dapat diidentifikasi berdasarkan kebutuhannya, kemudian diarahkan ke program pemberdayaan yang sesuai. Dengan demikian, bantuan tidak hanya menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga, tetapi juga menjadi bagian dari proses menuju kemandirian.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, turut menekankan pentingnya pemberdayaan sebagai orientasi penggunaan anggaran negara. Menurut dia, program Pemerintah harus memberikan manfaat nyata yang mendorong masyarakat menjadi lebih kuat dan mandiri.

Baca juga : Prabowo Dipuji Sekjen PBB

Cak Imin menilai, kolaborasi menjadi kunci agar berbagai program pemberdayaan tidak berjalan sendiri-sendiri. Sinergi antara Pemerintah dan pelaku usaha diperlukan untuk memperluas kesempatan masyarakat dalam mengembangkan kegiatan ekonomi produktif. ASI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Rabu, 21 Oktober 2026 dengan judul "Mensos Bicara Kemandirian Ekonomi Bansos Sementara, Berdaya Selamanya"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense