RM.id Rakyat Merdeka - Para pegiat gerakan zakat yang terdiri dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) bersilaturahmi di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (9/4/2026). Agenda halalbihalal ini menjadi forum berbagi gagasan tentang optimalisasi potensi zakat di Indonesia.
Forum yang diinisiasi Lazismu, Baznas, dan Kementerian Agama (Kemenag) tersebut mengangkat tema Fundraising 1447 H Bersama Gerakan Zakat Menguatkan Indonesia dan digelar di Aula Masjid At-Tanwir Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Dalam forum itu terungkap, capaian penghimpunan zakat tidak sekadar angka, melainkan bagaimana penyalurannya mampu memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat. Peran riset dinilai menjadi kunci agar angka tersebut bermakna bagi kesejahteraan masyarakat.
Para pegiat filantropi menyoroti hasil riset yang menyebut potensi zakat di Indonesia mendekati Rp 1.000 triliun. Data tersebut berasal dari berbagai kajian, termasuk dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI), dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Pimpinan Baznas, Rizaludin Kurniawan, mengatakan bahwa informasi mengenai potensi zakat nasional kerap disampaikan Pemerintah, meski belum ada sensus riil. “Bila ada sensus riil potensi dana zakat itu maka bisa disurvei dan biayanya senilai Rp 20 miliar,” ujarnya.
Baca juga : Kejagung Bakal Serahkan Duit Rp 11 T ke Negara, Disaksikan Presiden Prabowo
Ia menambahkan, berdasarkan informasi terbaru, potensi zakat nasional hampir menyentuh Rp 1.000 triliun. Namun, menurutnya, yang terpenting bukan hanya besarnya angka, melainkan strategi dan implementasi programnya.
“Segenap potensi zakat itu tidak sekadar angka, tapi bagaimana strateginya dan teknis program serta sumber daya amilnya,” jelas Rizaludin.
Menanggapi hal itu, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, menekankan pentingnya pencatatan potensi zakat secara akurat.
“Berdasarkan riset yang saya lakukan di tahun 2017, saat itu di Muhammadiyah potensinya hampir Rp 470 miliar, itu dulu Lazismu baru menghimpun senilai Rp 70 miliar,” ungkapnya.
Ia menilai, proyeksi tersebut baru tercapai beberapa tahun kemudian. Namun demikian, ia mengingatkan agar perhatian tidak hanya pada penghimpunan, tetapi juga pada distribusi dan dampaknya terhadap pembangunan serta Sustainable Development Goals (SDGs).
Baca juga : Kampung Koboi Tugu Selatan Berbasis Potensi Lokal Dalam Program Desa BRILiaN
“Kita baru dapat angka secara umum, dampaknya belum dirumuskan menjadi temuan kontribusi,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghofur, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mengoptimalkan potensi zakat.
“Kita harus belajar dari Muhammadiyah, terutama tentang gerakan filantropi yang sejak awal berdiri sudah melakukan hal itu untuk memberikan nilai manfaat kepada masyarakat,” tandasnya.
Ia juga mendorong perumusan regulasi zakat yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, Undang-Undang Zakat merupakan bagian dari korpus terbuka yang perlu terus disempurnakan melalui masukan dari berbagai pihak.
Selain itu, Waryono menyoroti pentingnya validasi data sosial dan ekonomi nasional. Ia mengungkapkan, ketidaktepatan penyaluran dana sosial masih cukup tinggi.
Baca juga : Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Berangkatkan 500 Pemudik lewat Program Mudik Aman 2026
“Saat belajar dari Bappenas, ketidaktepatan anggaran dana sosial itu sebesar Rp 70 triliun dalam satu tahun,” ujarnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya pembaruan dan validasi data agar penyaluran tepat sasaran.
Menutup forum, Waryono mengapresiasi kontribusi seluruh lembaga amil zakat dan berharap sinergi yang terjalin dapat terus diperkuat. “Sinergi, saran, dan masukan sangat berarti agar zakat ke depan betul-betul mampu menguatkan Indonesia,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.