RM.id Rakyat Merdeka - Organisasi masyarakat Jaga Nusantara Bersama (Jagatara) meluncurkan Gerakan Nasional Edukasi Anti-Disinformasi. Program ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan sosial dan menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi digital.
Peluncuran dilakukan dalam momentum Halalbihalal Nasional di Kantor DPP Jagatara, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026). Kegiatan dihadiri pengurus pusat serta perwakilan daerah dari berbagai wilayah.
Ketua Jagatara DKI Jakarta Deni Rafli menilai disinformasi telah menjadi ancaman serius. Kondisi ini berpotensi memicu polarisasi sosial di masyarakat.
“Disinformasi telah berkembang menjadi ancaman serius terhadap persatuan bangsa. Karena itu, kami mengambil langkah konkret melalui edukasi publik yang terstruktur, masif, dan berkelanjutan,” ujar Deni.
Baca juga : Darmizal Dampingi 8 Ormas Temui Jokowi, Komit Kawal Pemerintahan Prabowo-Gibran
Melalui gerakan ini, Jagatara menyiapkan sejumlah program. Di antaranya edukasi literasi digital berbasis komunitas, pembentukan relawan anti-hoaks, serta kampanye nasional untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap provokasi digital.
Organisasi ini juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan. Langkah ini diharapkan membuat program berjalan lebih luas dan efektif.
Deni juga menyampaikan pesan Ketua Dewan Pembina Jagatara Agus Andrianto. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika sosial.
“Persatuan bangsa adalah fondasi utama pembangunan. Seluruh elemen masyarakat harus berperan aktif menjaganya,” kata Deni mengutip pesan Agus.
Baca juga : WFH Swasta Diserahkan ke Perusahaan Masing-masing, Tak Harus Jumat
Menurut Deni, gerakan ini juga menjadi bagian dari komitmen Jagatara dalam mengawal program pemerintah, termasuk agenda yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto.
“Dukungan terhadap pemerintah harus diwujudkan dalam aksi nyata. Kami siap memastikan program pembangunan dapat dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ketua Umum Jagatara Edy Koesriadi menambahkan, Halalbihalal tahun ini menjadi momentum konsolidasi organisasi. Seluruh elemen Jagatara diminta menyatukan langkah untuk berkontribusi bagi bangsa.
Kegiatan ini turut dihadiri pimpinan Jagatara dari berbagai daerah, seperti Sumatera Utara, Riau, dan Aceh. Kehadiran mereka menunjukkan kuatnya jaringan organisasi dalam mendukung agenda nasional berbasis masyarakat.
Baca juga : Alarm Selat Hormuz Dan Strategi Pembangunan Anti-Mercusuar Prabowo
Jagatara optimistis gerakan ini dapat memperluas kontribusi dalam menjaga persatuan. Selain itu, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial sekaligus mendukung keberhasilan pembangunan nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.