BREAKING NEWS
 

BAZNAS-Kemdiktisaintek Perkuat Ekosistem Zakat dan Pendidikan Tinggi

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 10 September 2026 19:12 WIB
Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menandatangani MoU kerja sama di Jakarta.

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menjalin kerja sama untuk memperkuat ekosistem zakat sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi di Indonesia.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto di Gedung Kemdiktisaintek, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Ruang lingkup kerja sama mencakup penguatan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL). Selain itu, kedua lembaga sepakat meningkatkan literasi zakat, mengembangkan kapasitas sumber daya manusia, melakukan pertukaran data dan informasi, serta menyinkronkan program.

Sodik mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi zakat dalam pembangunan sumber daya manusia. Salah satunya dengan membantu masyarakat yang belum terjangkau program dukungan pendidikan pemerintah.

Menurutnya, pemerintah telah menyediakan berbagai program untuk memperluas akses pendidikan, seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Namun, masih terdapat masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan.

“Pemerintah memberikan perhatian khusus kepada pendidikan. Ada PIP, ada KIP, dengan anggaran yang besar. Tapi di lapangan kita mendapatkan bahwa banyak yang belum mendapatkan PIP dan KIP. Di situlah BAZNAS masuk,” kata Sodik.

Baca juga : BAZNAS Bersama Kemdiktisaintek Buka Beasiswa S2 Bagi 200 Mahasiswa Palestina

Dia menjelaskan, kolaborasi BAZNAS dan Kemdiktisaintek tidak hanya diarahkan pada program beasiswa. Mahasiswa juga berpeluang terlibat dalam berbagai program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS melalui kegiatan kuliah kerja nyata (KKN).

Kegiatan tersebut antara lain dapat berupa pendampingan bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat penerima pembiayaan maupun bantuan pemberdayaan BAZNAS.

“Bukan hanya soal beasiswa saja kerja sama yang akan dikembangkan, juga sampai kepada pelaksanaan program-program BAZNAS yang lain. Misalnya ada Rumah Terang dan Pembinaan Ekonomi Rakyat,” ujar Sodik.

Sementara itu, Brian mengapresiasi komitmen BAZNAS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Dia menilai pendidikan merupakan salah satu investasi penting untuk membangun masa depan bangsa.

Adsense

Karena itu, menurut Brian, dukungan berbagai pihak, termasuk lembaga filantropi, diperlukan untuk memperluas kesempatan masyarakat mengakses pendidikan tinggi.

“Apresiasi tentu setinggi-tingginya kami sampaikan kepada BAZNAS atas komitmen yang sangat luar biasa yang terus diberikan untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan,” ujar Brian.

Baca juga : BAZNAS Distribusikan Air Bersih Untuk Penyintas Gempa NTT

Brian mengatakan program beasiswa tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada penerima. Dukungan pendidikan juga dapat meningkatkan keberdayaan keluarga dan masyarakat.

Karena itu, dia berharap program beasiswa BAZNAS dapat terus dikembangkan sehingga menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Brian juga menyambut baik Program Beasiswa Palestina BAZNAS. Menurutnya, program tersebut dapat menjadi salah satu bentuk dukungan Indonesia bagi mahasiswa Palestina yang menempuh pendidikan di Mesir, Yordania, maupun Indonesia.

“Saya kebetulan memiliki mahasiswa Palestina di laboratorium saya. Ada mahasiswa yang sedang saya bimbing untuk program S3,” ujarnya.

Menurut Brian, keberadaan mahasiswa internasional juga dapat memperkuat ekosistem pendidikan tinggi Indonesia. Kehadiran mereka sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas dengan berbagai negara.

Di sisi lain, Kemdiktisaintek akan mendorong perguruan tinggi negeri memiliki Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Kementerian juga akan memperkuat pelatihan bagi perguruan tinggi yang belum memiliki unit tersebut.

Baca juga : BAZNAS Bagikan Makanan Siap Saji untuk Pekerja Rentan Terdampak Abu Vulkanik

Brian mengatakan pemerintah telah mengalokasikan anggaran besar untuk berbagai program beasiswa. Namun, peran lembaga filantropi tetap diperlukan untuk memperluas akses pendidikan tinggi.

“Dengan demikian, kita juga bisa mengajak lebih banyak lagi insan-insan filantropi yang memiliki kelebihan ekonomi untuk bersama-sama memperkuat dan memakmurkan BAZNAS ini,” katanya.

Melalui kerja sama tersebut, BAZNAS dan Kemdiktisaintek berharap sinergi zakat dan pendidikan tinggi semakin kuat. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense