RM.id Rakyat Merdeka - Graduate School of Sustainable Development (GSSD) Universitas Indonesia (UI) melalui Program Pengayaan Sehat, Produktif, Prospektif, dan Bahagia (SPPB) memberikan edukasi kesehatan dan pemberdayaan kepada warga lanjut usia (lansia) di Sekolah Lansia Ikan Kakap Merah, Pulau Untung Jawa, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung pada Sabtu-Minggu, 19-20 September 2026, tersebut diikuti sekitar 30 perempuan berusia 60 tahun ke atas. Selama dua hari, para peserta mendapatkan edukasi kesehatan fisik dan psikologis, aktivitas fisik, permainan interaktif, interaksi kelompok, hingga praktik bercocok tanam melalui Garden Tower.
Program tersebut dipimpin Prof. Lydia Freyani Hawadi selaku Ketua Pengabdian kepada Masyarakat GSSD UI sekaligus Ketua Kelompok Riset STARS SPPB UI.
Menurut GSSD UI, kegiatan ini dirancang bukan sekadar memberikan pelayanan kepada lansia, tetapi menempatkan mereka sebagai bagian masyarakat yang tetap memiliki potensi untuk aktif, mandiri, produktif, dan memiliki kehidupan yang bermakna.
Sekolah Lansia Ikan Kakap Merah sendiri berdiri pada 2022. Kegiatannya berawal dari olahraga jalan santai bersama para lansia. Program kemudian berkembang melalui kerja sama dengan Puskesmas, terutama untuk pemeriksaan kesehatan dan kegiatan pembelajaran.
Materi pembelajaran diberikan secara beragam setiap bulan. Mulai dari mengenal diri dan hobi, menggambar dan mewarnai, menulis, berhitung, mengenal abjad, belajar Iqro, hingga kegiatan keagamaan dan taklim.
Sekolah Lansia Ikan Kakap Merah juga telah mengikuti wisuda pendidikan nonformal sebanyak dua kali, yakni pada 2023 dan 2026. Pada wisuda kedua, sebanyak 20 lansia mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di Kantor BKKBN Pusat.
Baca juga : AIA Hadirkan Bus Edukasi SILABUS di Kampus UI
Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada tema sehat dan bahagia. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai healthy ageing, kesehatan fisik, kesehatan mental, aktivitas fisik, serta pentingnya menjaga hubungan sosial di usia lanjut.
Rangkaian kegiatan diisi dengan senam lansia, peregangan, latihan keseimbangan, permainan, interaksi kelompok, dan refleksi. Aktivitas tersebut dirancang agar peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mempraktikkan pentingnya bergerak, bersosialisasi, menjaga suasana hati, dan mempertahankan kemandirian.
Dokter Trevino Aristarkus Pakasi memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan pada usia lanjut. Ia menekankan bahwa healthy ageing dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, aktivitas fisik yang sesuai kemampuan, perhatian terhadap kondisi tubuh, serta upaya mempertahankan kemandirian.
Sementara itu, aspek psikologis diperkuat melalui sesi bersama Tika Bisono. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya kesehatan mental, kebahagiaan, interaksi sosial, serta perasaan bahwa lansia tetap memiliki arti dalam kehidupan.
Peserta diajak untuk tetap berkomunikasi, beraktivitas, menikmati kebersamaan, dan mempertahankan kepercayaan diri. Pesan yang ditekankan dalam sesi tersebut, memasuki usia lanjut bukan berarti berhenti beraktivitas, bersosialisasi, ataupun memiliki makna dalam kehidupan.
Memasuki hari kedua, kegiatan diarahkan pada aspek produktif dan prospektif. Setelah senam pagi bersama, para lansia mengikuti praktik Garden Tower yang dipandu Prita Indah Pratiwi.
Dalam praktik tersebut, peserta diperkenalkan dengan cara bercocok tanam menggunakan dua jenis tanaman, yakni cabai dan pakcoy. Kegiatan ini menunjukkan bahwa keterbatasan lahan tidak harus menjadi hambatan untuk tetap produktif.
Baca juga : AC LG Raih Pengakuan Efisiensi Energi UI
Garden Tower dapat diterapkan di lingkungan tempat tinggal dengan ruang yang terbatas. Selain menghasilkan tanaman yang dapat dimanfaatkan, kegiatan tersebut dapat menjadi aktivitas ringan, sarana interaksi, sekaligus kegiatan yang memberikan rasa senang dan produktivitas bagi lansia.
Prita juga memperkenalkan konsep Healing Garden, yakni pemanfaatan lingkungan dan ruang hijau sebagai ruang yang dapat memberikan ketenangan serta mendukung suasana psikologis yang lebih positif.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan tidak berhenti pada praktik menanam. Aktivitas berkebun dihubungkan dengan upaya menciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung kebahagiaan lansia.
Prof. Lydia mengatakan, pendekatan dalam Program SPPB menempatkan lansia bukan hanya sebagai kelompok yang membutuhkan pelayanan. "Kami menempatkan lansia sebagai bagian masyarakat yang masih memiliki potensi untuk aktif dan produktif," kata Lydia dalam keterangan GSSD UI, Senin (21/9/2026).
Hal tersebut terlihat dari keterlibatan peserta dalam berbagai kegiatan selama dua hari. Para lansia tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga bergerak, bermain, berdiskusi, melakukan refleksi, berinteraksi, dan mempraktikkan Garden Tower.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang perjumpaan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Kolaborasi ini memperkuat pemahaman bahwa kualitas hidup lansia dapat dibangun melalui kesehatan, kebahagiaan, aktivitas sosial, lingkungan yang mendukung, serta kesempatan untuk tetap produktif.
Program pengabdian ini melibatkan tim lintas bidang dari GSSD UI. Selain Prof. Lydia, tim juga terdiri dari Novita Damayanti, mahasiswa Program Doktor S3 GSSD UI sekaligus dosen, Iqbal Ibnu Farhan, serta Arbar Wijaya, mahasiswa Program Pascasarjana S2 GSSD UI.
Baca juga : Sambut Hari Jantung Sedunia, BAZNAS Gelar Senam Dan Edukasi Kesehatan Lansia
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra, yakni RSUI, LAAB, NLI Nusa Lestari Indah, Blue Bird Group, Ancol, dan Pelindo.
Program SPPB juga dikaitkan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan edukasi healthy ageing, kesehatan fisik dan mental, serta aktivitas fisik lansia mendukung SDG 3 tentang Good Health and Well-being.
Praktik Garden Tower dengan tanaman cabai dan pakcoy serta pengenalan konsep Healing Garden mendukung SDG 11 tentang Sustainable Cities and Communities. Sementara kolaborasi antara UI, masyarakat, narasumber lintas bidang, mahasiswa, dan mitra mendukung SDG 17 tentang Partnerships for the Goals.
Melalui kegiatan tersebut, SPPB UI berupaya memperkuat pemahaman bahwa menua bukan berarti berhenti berkarya. Dengan kesehatan yang terjaga, hubungan sosial yang baik, lingkungan yang mendukung, dan kesempatan untuk tetap produktif, lansia diharapkan dapat menjalani kehidupan secara sehat, mandiri, prospektif, dan bahagia.
Semangat tersebut menjadi dasar kolaborasi SPPB UI bersama Sekolah Lansia Ikan Kakap Merah Pulau Untung Jawa dalam menghadirkan kontribusi bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat lanjut usia sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.