BREAKING NEWS
 

Imelda, Mitra Pengemudi Tuli Temukan Ruang Setara di Balik Kemudi Grab

Reporter : MERRY APRIYANI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Selasa, 6 Oktober 2026 07:51 WIB
Imelda Situmorang (Foto: Dok. Grab Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Imelda Situmorang membuktikan keterbatasan pendengaran bukan penghalang untuk bekerja dan mandiri.

Sejak November 2025, perempuan 36 tahun ini menjadi Mitra Pengemudi GrabBike sekaligus menjalankan perannya sebagai ibu.

Bagi Imelda, fleksibilitas menjadi alasan utama memilih pekerjaan tersebut. Setelah menikah, pindah ke Bekasi, dan memiliki anak, ia membutuhkan pekerjaan yang memungkinkan dirinya mengatur waktu untuk keluarga.

Informasi menjadi Mitra Pengemudi Grab diperolehnya dari Komunitas Ojol Tunarungu Indonesia (KOTRI). Berbekal sepeda motor pemberian suami yang juga merupakan Mitra Pengemudi Grab, Imelda mulai bekerja di wilayah Bekasi agar tetap dekat dengan anaknya.

“Kalau menjadi driver atau Mitra Grab, saya bisa bebas mengatur waktu untuk bekerja,” kata Imelda dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/10/2026).

Baca juga : GEBUK JUDOL Ronde 3 Dorong Kesadaran Keamanan Ruang Digital

Sebagai Teman Tuli, Imelda mengandalkan tulisan, ekspresi, dan gestur saat berkomunikasi dengan pengguna.

Meski sempat mengalami kendala komunikasi dan mendapat penilaian yang kurang menyenangkan, ia juga banyak mendapat respons positif dari penumpang.

“Sebelumnya, saya tidak berpikir bahwa seorang Tuli bisa bekerja sebagai pengemudi ojek online. Di Grab ternyata ada ruang bagi pengemudi Tuli untuk berkarya,” ujarnya.

Pengalaman Imelda menjadi salah satu cerita dalam rangkaian peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026 yang digelar Grab.

Adsense

Tahun ini, Grab memberikan edukasi bahasa isyarat kepada 650 Mitra Pengemudi di Medan, Semarang, dan Jakarta. Grab juga mendistribusikan 1.000 Rompi “Teman Setara” kepada Mitra Pengemudi Tuli.

Baca juga : Permudah Transportasi Pekerja, Fitur Grab Group Ride Melonjak 30 Kali Lipat

Rompi tersebut dilengkapi panduan visual bahasa isyarat dasar untuk membantu komunikasi dengan penumpang.

“Rompi ini membantu memperlancar komunikasi karena memuat informasi visual yang dapat dilihat penumpang, misalnya untuk memberi arahan ke kiri atau kanan, serta menggunakan bahasa isyarat sederhana seperti ‘terima kasih’ dan ‘sama-sama’,” tutur Imelda.

Selain perangkat komunikasi, komunitas menjadi bagian penting dalam perjalanan Imelda. Melalui KOTRI, ia mendapatkan informasi pendaftaran, bantuan memahami aplikasi, hingga ruang bertukar pengalaman dengan sesama Mitra Pengemudi Tuli.

Kegiatan Kopdar Spesial Hari Bahasa Isyarat juga mempertemukan Mitra Pengemudi Tuli dan Mitra Dengar untuk belajar budaya Tuli serta mempraktikkan komunikasi yang lebih inklusif.

“Kegiatan ini menjadi ruang bagi kami untuk saling belajar. Kalau kegiatan seperti ini diadakan kembali, saya akan ikut lagi karena banyak ilmu baru yang bisa didapatkan,” kata Imelda.

Baca juga : Grab Bagikan 1.000 Rompi Teman Setara Perkuat Inklusivitas & Ekosistem

Rangkaian “Teman Setara: Satu Ekosistem, Semua Bisa Tumbuh” tersebut menjadi bagian dari upaya Grab memperluas akses dan kesempatan ekonomi bagi penyandang disabilitas.

Grab menyebut sepanjang 2025 telah mendukung lebih dari 6.207 Mitra disabilitas di Asia Tenggara melalui program GrabAccess.

Bagi Imelda, semakin terbukanya akses dan dukungan membuat Teman Tuli memiliki lebih banyak pilihan untuk bekerja, mandiri, dan berkembang.

“Saya berharap rekan-rekan Tuli bisa terus didukung dan tetap menjaga semangatnya. Dan saling mendukung,”  kata Imelda. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense