BREAKING NEWS
 

Serena Gandeng KOWANI, KRIS Dan PIM Perluas Pemberantasan TBC Di Kupang

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 16 Oktober 2026 19:43 WIB
Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis bersama Ketua Umum KOWANI Nanny Hadi Tjahjanto (dua kiri) dalam kegiatan pemberantasan TBC di Kupang, Kamis (15/10/2026). Dok. Kowani

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Kota Kupang memperkuat upaya pemberantasan tuberkulosis (TBC) melalui kolaborasi dengan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Komunitas Relawan Indonesia Sejahtera (KRIS), Perempuan Indonesia Maju (PIM), dan sejumlah mitra kesehatan. Kolaborasi ini dilakukan untuk memperluas deteksi dini TBC sekaligus meningkatkan layanan kesehatan perempuan, termasuk skrining kanker payudara.

Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis mengatakan, pemberantasan TBC membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tidak hanya pemerintah dan tenaga kesehatan. Peran keluarga, organisasi perempuan, komunitas, dan masyarakat juga diperlukan untuk memastikan pasien mendapat penanganan hingga pengobatan selesai.

Hal tersebut disampaikan Serena saat menghadiri kegiatan Kolaborasi Kesehatan Masyarakat untuk Pemberantasan TBC di RSUD S.K. Lerik, Kota Kupang, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum KOWANI Nanny Hadi Tjahjanto, perwakilan organisasi kesehatan dan perempuan, akademisi, tenaga kesehatan, pimpinan perangkat daerah Kota Kupang, kepala UPTD Puskesmas se-Kota Kupang, serta sejumlah mitra pelayanan masyarakat.

Serena mengungkapkan, skrining TBC di Kota Kupang telah menjangkau sekitar 4.800 orang dan menemukan 230 kasus. Pemkot Kupang menargetkan jumlah warga yang menjalani skrining meningkat menjadi 7.100 orang hingga akhir November 2026.

Menurutnya, upaya menemukan kasus sejak dini perlu diikuti peningkatan kesadaran masyarakat untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala yang mengarah pada TBC. Pasien juga perlu menjalani pengobatan secara teratur hingga tuntas.

“TBC bisa dicegah, diobati, dan disembuhkan. Karena itu, kita perlu melakukan deteksi dini dan memastikan pengobatan dijalani secara teratur sampai tuntas,” ujar Serena.

Baca juga : CEO Garudayaksa FC Dukung Serena Francis Pimpin Tim Women di IWL 2026/2027

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma atau mengucilkan pasien TBC. Dukungan keluarga dan lingkungan dibutuhkan agar pasien tidak takut atau malu memeriksakan diri serta tetap disiplin mengikuti arahan tenaga kesehatan.

Serena menjelaskan, kerja sama Pemkot Kupang dengan KRIS dan KOWANI juga mencakup dukungan tambahan berupa suplemen bagi pasien TBC serta skrining kanker payudara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat, terutama perempuan.

Namun, ia menegaskan, pemberian suplemen hanya bersifat tambahan dan tidak menggantikan obat maupun standar pengobatan TBC.

“Pemerintah sendiri sudah memiliki program penanganan TBC, sementara suplemen yang diberikan ini merupakan tambahan untuk membantu memperkuat daya tahan tubuh,” jelasnya.

Serena mengapresiasi keterlibatan berbagai mitra dalam memperluas jangkauan pelayanan dan edukasi kesehatan. Ia berharap kolaborasi tersebut berlanjut menjadi program yang terukur dan berkesinambungan, sehingga pencegahan penyakit tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum KOWANI Nanny Hadi Tjahjanto mengapresiasi perhatian Pemkot Kupang terhadap kesehatan masyarakat, khususnya perempuan. Ia berharap kerja sama lintas sektor dapat memperkuat pencegahan dan penanganan TBC sekaligus menjaga keberlanjutan program kesehatan perempuan.

Adsense

Nanny mengatakan, KOWANI berperan sebagai organisasi penggerak yang dapat mempertemukan pemerintah dan berbagai pihak untuk memperluas manfaat program kesehatan bagi masyarakat.

Baca juga : Hadiri AAIA 2026, Kowani Dorong Pengembangan Bakat dan Karakter Anak

“KOWANI merupakan organisasi penggerak. Kami tidak bisa bekerja sendiri, tetapi bisa membangun harmonisasi dan kolaborasi dengan pemerintah serta berbagai pihak untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain penanganan TBC, Nanny menyoroti program pembagian pembalut gratis bagi perempuan dari keluarga kurang mampu dan vaksinasi human papillomavirus (HPV) gratis untuk mencegah kanker serviks yang dijalankan Pemkot Kupang.

“Saya melihat Pemerintah Kota Kupang memiliki perhatian yang besar terhadap kesehatan perempuan. Program pembagian pembalut gratis ini luar biasa. Kebutuhan tersebut sangat penting, terutama bagi perempuan dari keluarga kurang mampu,” ungkapnya.

Menurut Nanny, pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan perempuan turut mendukung keberlanjutan pendidikan anak perempuan. Keterbatasan ekonomi tidak seharusnya membuat mereka kehilangan kepercayaan diri, merasa malu, atau terhambat mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Ia juga membuka peluang kerja sama lanjutan agar praktik baik dalam program kesehatan perempuan di Kota Kupang dapat dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain.

Nanny berharap gerakan pemberantasan TBC semakin kuat melalui kerja sama pemerintah, organisasi perempuan, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Selain pemeriksaan dan pengobatan, penerapan perilaku hidup bersih serta dukungan sosial kepada pasien juga menjadi bagian penting dalam penanganan penyakit tersebut.

“Kita berharap melalui kolaborasi ini, tidak ada lagi masyarakat yang menderita TBC di Kota Kupang. Kita harus membangun budaya hidup bersih dan tidak mengucilkan orang yang sakit, sehingga mereka merasa nyaman untuk berobat,” katanya.

Baca juga : KOWANI Rayakan Hari Batik Nasional Lewat Golden Memory

Ia menambahkan, perhatian terhadap kesehatan perempuan perlu terus diperkuat melalui program berkelanjutan, termasuk vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks dan edukasi kesehatan.

“Perempuan sehat, perempuan berdaya, dan perempuan akan melahirkan anak-anak yang cerdas. Karena itu, kesehatan perempuan harus menjadi perhatian bersama,” tambahnya.

Dewan Pakar Perempuan Indonesia Maju (PIM) dr. Jusuf Kristianto menilai kolaborasi lintas sektor penting untuk memperkuat pemberantasan TBC sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan perempuan.

Menurut Jusuf, penanganan TBC harus berjalan beriringan dengan edukasi, deteksi dini, kepatuhan menjalani pengobatan, serta dukungan keluarga dan lingkungan. Pemahaman masyarakat juga perlu diperkuat agar pasien tidak mengalami stigma maupun pengucilan.

“Pemberantasan TBC membutuhkan kerja bersama. Deteksi dini, pengobatan yang tuntas, dan dukungan sosial bagi pasien harus berjalan beriringan. Masyarakat juga perlu memahami bahwa pasien TBC tidak boleh dikucilkan,” ujarnya.

Jusuf turut menekankan pentingnya memperluas skrining kanker payudara, pencegahan kanker serviks melalui vaksinasi HPV, serta edukasi kesehatan reproduksi.

Ia berharap sinergi Pemkot Kupang, PIM, KOWANI, KRIS, dan mitra kesehatan dapat berlanjut melalui program yang terukur dan berkesinambungan. Dengan demikian, upaya pemberantasan TBC dan peningkatan kesehatan perempuan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense