RM.id Rakyat Merdeka - Insiden penembakan Donald Trump, kandidat Calon Presiden (Capres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, membuat Presiden Joe Biden yang merupakan Capres Partai Demokrat, mengubah strategi kampanye.
Ketimbang menyerang Trump, Gedung Putih dan tim kampanye Biden akan mencoba menggunakan narasi-narasi yang mengutuk segala macam bentuk kekerasan politik. Termasuk kritik tajam terhadap kekacauan yang muncul saat unjuk rasa terkait serangan Israel di Jalur Gaza, di kampus-kampus di Negeri Paman Sam.
Dilansir Reuters, Senin (15/7/2024), hanya beberapa jam setelah penembakan Trump, tim kampanye Biden menarik iklan televisi dan menangguhkan komunikasi politik yang menyerang pribadi Trump. Salah satunya, info seputar kasus hukum Trump di Pengadilan Negara New York pada Mei lalu.
Baca juga : Pengusaha Ketar-ketir Saat Gazalba Saleh Diperiksa KPK
Tim Penasihat Politik Joe Biden berharap, strategi baru ini bisa membantu meredam desakan dari sesama anggota Partai Demokrat agar Biden mundur dan digantikan kandidat lain. Saat ini, Biden dikabarkan tengah mencoba menurunkan suhu politik.
“Insiden ini bisa mengubah segalanya. Saat ini kami masih mencoba melakukan penilaian. Gara-gara kejadian ini, tuntutan terhadap Trump akan jadi jauh lebih sulit,” ujar salah satu pejabat kampanye Biden yang menolak identitasnya disebutkan.
Rencana perjalanan Biden ke Perpustakaan Kepresidenan Lyndon B. Johnson di Austin, Texas, kemungkinan dibatalkan, menyusul perubahan strategi politiknya.
Baca juga : Jengkel Dilarang Ambil Uang Saweran Nge-DJ
Awalnya, Biden diagendakan berbicara soal Undang-Undang Hak Sipil yang diteken Johnson pada 1960-an untuk mengkritik serangan Trump terhadap imigran dan keberagaman di AS.
Trump yang menjabat Presiden AS pada 2017-2021, sedang berkampanye di Butler, Negara Bagian Pennsylvania, AS, Sabtu (13/7/2024) waktu setempat, saat tiba-tiba terdengar suara tembakan. Telinga Trump berdarah terserempet peluru, sedangkan seorang peserta kampanye tewas tertembak.
Pelaku bernama Thomas Matthew Crooks (20) juga tewas dalam insiden tersebut. Biro Investigasi Federal AS (FBI) menyatakan, penembakan diperlakukan sebagai percobaan pembunuhan (assassination attempt) terhadap tokoh politik.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.