BREAKING NEWS
 

Gelar IAF Ke-2 Di Bali

RI-Afrika Bidik Kerja Sama Pembangunan Dan Ekonomi

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 24 Agustus 2024 06:20 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri RI Pahala N Mansury (tengah), bersama Direktur Afrika Kemenlu Dewi Justicia Meidiwaty (kiri) dan Direktur Informasi dan Media Kemenlu Hartyo Harkomoyo (kanan), dalam pertemuan dengan Pemimpin Redaksi Media Massa di Jakarta, Kamis (22/8/2024). (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Semangat Global South akan menjadi elemen kunci yang membedakan pendekatan Indonesia bekerja sama dengan negara-negara Afrika dibandingkan negara-negara lain.

Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Pahala Mansury dalam pertemuan dengan para Pemimpin Redaksi media di Jakarta, Kamis (22/08/2024).

Indonesia-African Forum (IAF) ke-2 rencananya akan diadakan di Bali pada 1-3 September 2024. Acara ini akan dilaksanakan bersamaan dengan High-Level Forum on Multi Stakeholder Partnership (HLF MSP) yang juga akan digelar di Bali pada waktu yang sama.

Menurut Pahala, kerja sama yang erat antara Indonesia dan negara-negara Afrika, yang memiliki akar sejarah kuat sejak Konferensi Asia-Afrika 1955, kini kembali ditekankan melalui tema Bandung Spirit for Africa’s Agenda 2063.

“Ini semangat Global South, khususnya dalam melawan kebijakan diskriminatif dan proteksionis, termasuk terkait green protectionism,” kata Pahala.

Baca juga : Anggota Komisi V DPR Dicecar 10 Pertanyaaan

Pahala menekankan kedekatan antara Indonesia dan negara-negara Afrika akan memainkan peran penting dalam mengembangkan kerja sama pembangunan yang saling menguntungkan.

Menurutnya, sebagai negara berkembang dengan sumber daya alam melimpah dan populasi besar, Indonesia bersama negara-negara Afrika memiliki kepentingan serupa dalam memperkuat kolaborasi di empat sektor prioritas: ketahanan pangan, ketahanan energi, ketahanan kesehatan dan ketahanan mineral.

Pahala menilai, negara-negara Afrika memiliki potensi besar bagi Indonesia untuk melakukan diversifikasi pasar ekspor, pasokan komoditas dan investasi luar negeri.

Selain itu, kerja sama ini dapat membuka peluang baru untuk meningkatkan konektivitas ekonomi dan memperkuat hubungan diplomatik antara Indonesia dan Afrika.

Adsense

IAF ke-2 akan dibuka Presiden Jokowi dan dihadiri para kepala negara dan pejabat tinggi dari negara-negara Afrika. Pahala optimistis akan banyak perwakilan Pemerintah maupun bisnis dari Afrika yang akan hadir dalam pertemuan itu.

Baca juga : Sandrinna Michelle, Dinner Romantis Dengan Junior

Dengan antusiasme itu, Indonesia menargetkan kesepakatan bisnis sebesar 3,5 miliar dolar AS (Rp 56,07 triliun) tercapai antara berbagai industri Indonesia dan negara-negara Afrika dalam IAF ke-2.

Indonesia juga menargetkan tercapainya kesepakatan antara Pemerintah atau Government to Government (G2G), termasuk kesepakatan perdagangan bebas, Free Trade Area (FTA) dengan negara-negara Afrika, serta diresmikannya rancangan besar terkait kerja sama pembangunan antara Indonesia dan Afrika dalam IAF ke-2.

Pahala menjelaskan, Indonesia dan Afrika memiliki ruang kerja sama yang masih dapat terus dikembangkan ke depannya. Secara keseluruhan, Indonesia dan Afrika memiliki total Produk Domestik Bruto (PDB) senilai 4,4 triliun dolar AS atau sekitar Rp 68 ribu triliun.

Selain itu, Indonesia dan Afrika memiliki total populasi sebanyak 1,7 miliar jiwa. Ini 60 persen dari total populasi Indonesia termasuk dalam usia produktif. Sementara 40 persen dari jumlah populasi Afrika juga masuk dalam kategori tersebut.

“Dari segi sumber daya alam, kedua pihak juga memiliki migas, mineral kritis dan lain-lain,” sambung Pahala.

Baca juga : KPU Trauma Kena Sanksi Etik

Menurut Pahala, kerja sama dengan Afrika juga salah satu upaya Indonesia merealisasikan visi 2045 atau dikenal sebagai Indonesia Emas 2045.

Selain itu, tingkat kemiskinan juga ditargetkan mendekati 0 dan ketimpangan juga dapat ditekan. Selanjutnya, Pemerintah Indonesia menargetkan kenaikan human capital index dan global power index.

Dalam kesempatan tersebut, Pahala mengajak media berperan aktif mendukung dan menyebarluaskan informasi terkait IAF ke-2.

“Peran media sangat penting untuk memastikan pesan dan tujuan forum ini dapat diterima luas. Kami berharap rekan media dapat berkontribusi dalam memperluas jangkauan informasi melalui publikasi dan peliputan selama acara berlangsung,” pungkasnya. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 24 Agustus 2024 dengan judul "Gelar IAF Ke-2 Di Bali, RI-Afrika Bidik Kerja Sama Pembangunan Dan Ekonomi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense