BREAKING NEWS
 

PBB Gagal Lindungi Warga Sipil

Gaza Tempat Paling Tidak Aman Di Dunia

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 17 September 2024 06:30 WIB
Kunjungan pejabat PBB Sigrid Kaag (tengah, berkacamata) yang ditugaskan untuk meningkatkan pengiriman bantuan yang sangat dibutuhkan warga sipil di Jalur Gaza, Palestina. Foto: BBC

RM.id  Rakyat Merdeka - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) gagal melindungi warga sipil dari kematian di jalur Gaza, Palestina. Wilayah ini menjadi tempat yang paling tidak aman di dunia.

Penilaian itu disampaikan pejabat senior PBB yang mengawasi bantuan dan rekonstruksi di Jalur Gaza, Palestina, Sigrid Kaag. Digambarkannya, situasi di Gaza sebagai bencana signifikan. Ia mengatakan, laporan yang akan disampaikan kepada Dewan Keamanan (DK) PBB akan sangat suram.

Dilansir BBC, Kaag mengang­gap Gaza sebagai tempat yang paling tidak aman di dunia. Sudah ada sistem pengiriman bantuan dan PBB terus bekerja tanpa henti, di sana. Namun ia menyesali, tidak banyak yang bisa diperbaiki di Gaza, tanpa adanya gencatan senjata dan pembebasan sandera Israel.

Baca juga : Tennis Davis Cup 2024, Kanada Kandaskan Inggris

“Kami tidak dapat memenuhi kebutuhan, apalagi menciptakan prospek dan harapan bagi warga sipil di Gaza,” ungkap Kaag.

Kaag ditunjuk sembilan bulan lalu untuk meningkatkan pengiriman bantuan yang sangat dibutuhkan oleh warga Gaza. Kaag mengkritik kegagalan ’deconfliction

Padahal prosedur ini penting dan bertujuan untuk memastikan misi bantuan bisa dilaksanakan dengan aman.

Baca juga : Mantan Ketua KPK Dipilih Jadi Panelis

“Itu tidak berhasil, atau tidak cukup berhasil, untuk membuat operasi dapat dilaksanakan,” sesalnya.

Adsense

Kaag juga mengkritik Israel yang mengklaim bantuan yang cukup telah sampai ke Gaza. Bahkan, Israel membantah adanya laporan tentang kelaparan parah di kawasan kantong Palestina tersebut.

Terkait tuduhan Israel bahwa Hamas mengalihkan bantuan, Kaag mengatakan sulit un­tuk mengonfirmasi hal terse­but. Hamas merupakan faksi pergerakan di Palestina yang menentang pendudukan Zionis di wilayah tersebut. Hamas berkuasa pada 2007 di Gaza, setelah memenangkan pemilu dari faksi Fatah pada 2006.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense