RM.id Rakyat Merdeka - Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa di Jepang akan memilih pemimpin baru pada Jumat (27/9/2024) besok. Sembilan kandidat bersaing untuk menggantikan Perdana Menteri (PM) Fumio Kishida, sebagai presiden partai dan pemimpin ekonomi terbesar kedua di Asia.
Di antara kandidat yang mencalonkan diri, terdapat nama Shinjiro Koizumi (43), mantan Menteri Lingkungan Hidup. Selama ini, Koizumi selalu unggul dalam jajak pendapat media.
Jika menang, Koizumi akan menjadi perdana menteri termuda di Jepang. Dia menjadi anggota parlemen nasional pada tahun 2009, saat masih berusia 28 tahun.
Koizumi terpilih menjadi anggota majelis rendah di Yokosuka, Prefektur Kanagawa, setelah memenangkan suara untuk menduduki kursi yang ditinggalkan ayahnya, mantan PM Junichiro Koizumi yang berkuasa dalam periode 2001-2006.
Dia adalah generasi keempat dari keluarga Koizumi, yang menduduki kursi parlemen.
Rising Star
Baca juga : Belum Dilantik Jadi Presiden, Prabowo Dipuji Pemimpin Dunia
Tahun 2019, Koizumi ditunjuk menjadi Menteri Lingkungan oleh mendiang mantan Perdana Menteri Shinzo Abe. Di posisi ini, Koizumi menjabat selama sekitar dua tahun. Menteri Lingkungan adalah satu-satunya jabatan kabinet yang pernah dipegang Koizumi.
Dia juga pernah menjadi wakil menteri parlemen untuk rekonstruksi wilayah Tohoku yang dilanda tsunami pada tahun 2011.
Koizumi yang sedang naik daun di partai, mendapat dukungan dari Yoshihide Suga, yang juga merupakan mantan perdana menteri.
Koizumi yang mencap dirinya sebagai seorang reformis pragmatis seperti ayahnya, berjanji untuk segera membubarkan parlemen untuk pemilihan cepat, jika dia memenangkan kepresidenan LDP.
Baca juga : Bahas Pengamanan Pilkada, Polres Bone Undang Para Lurah Dan Kepala Desa
"Agar LDP benar-benar mengalami perubahan, dibutuhkan seorang pemimpin yang akan menyerukan reformasinya," katanya selama kampanye pemilihannya di Ginza Tokyo awal bulan ini, seperti dikutip Channel News Asia, Kamis (26/9/2024).
Dia juga bersumpah untuk tegas dalam menangani skandal dana politik yang telah mengganggu partai sejak November lalu.
Anggota parlemen dari faksi-faksi kuat telah dituduh mengantongi dana yang dikumpulkan dalam kampanye politik tanpa menyatakannya.
"Saya akan mengakhiri kurangnya transparansi antara politik dan dana," tambahnya selama kampanyenya di Ginza. Bahkan dana untuk barang alat tulis yang tidak harus diungkapkan akan diungkapkan. Dana yang tidak terpakai harus dikembalikan ke perbendaharaan nasional,” tambahnya.
Baca juga : Ngartis Ke Jakarta Demi Gaji Besar
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.