Sebelumnya
Sara juga terancam dimakzulkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Filipina Martin Romualdez dengan tuduhan tidak menjalankan tugas.
Romualdez adalah sepupu Bongbong yang berencana ingin mencalonkan diri sebagai calon presiden di Pilpres 2028.
Baca juga : Budi Said Pernah Ditawari Jadi Reseller, Tapi Menolak
Seperti dikutip dari Associated Press, Selasa (8/10/2024), dalam masa kepemimpinan Duterte, ada hampir 6.000 orang tewas akibat tindakan keras polisi dalam membasmi kasus narkoba. Sebagian besar yang tewas merupakan tersangka kasus narkoba yang miskin.
Namun, kelompok HAM menyebutkan, jumlah korban tewas sebenarnya jauh lebih tinggi. Mereka berpendapat, seharusnya Pemerintah juga menghitung jumlah orang yang tewas dalam kasus pembunuhan oleh orang-orang bersenjata yang mengendarai sepeda motor, yang hingga kini kasusnya belum selesai.
Baca juga : Digugat Cerai Baim
Duterte membantah telah melakukan pembunuhan di luar hukum terhadap tersangka narkoba, meski secara terbuka mengancam para tersangka dengan kematian dan telah memerintahkan polisi menembak tersangka yang melawan ketika ditangkap.
Meski pemerintahannya melakukan tindakan keras demi membasmi narkoba, Duterte mengakui narkoba tetap menjadi masalah besar bagi Filipina.
Baca juga : Ada Yang Cuti Massal, Kosongkan Persidangan Sampai Pake Pita Putih
Kini, Duterte kembali ke dunia politik dengan harapan membangun fondasi untuk putrinya, Sara, mencalonkan diri dalam Pilpres 2028. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 9 Oktober 2024 dengan judul "Demi Dukung Putrinya Nyapres Lawan Marcos Duterte Bakal Nyalon Wali Kota Davao Lagi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.