BREAKING NEWS
 

2 Prajurit TNI Terluka Kena Serangan Israel, Bu Retno Naik Pitam

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : ADITYA NUGROHO
Sabtu, 12 Oktober 2024 08:00 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (Foto: Dok. Kemlu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi langsung naik pitam setelah mendengar aksi keji zionis Israel yang menyerang Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon, yang menyebabkan dua prajurit TNI terluka.

Dua tentara Indonesia yang ter­gabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNI­FIL), menderita luka ringan akibat tembakan tentara Israel, ke markas UNIFIL, Kamis (10/10/2024).

Keduanya adalah prajurit TNI bernama Eggy Arifiyanto (Pratu Mar) dan Nofrian Syah Putra (Pra­ka). Mereka terkena serangan Israel ketika menjalankan tugas di menara pemantau markas UNIFIL. Akibat serangan tersebut, Pratu Mar Eggy mengalami luka ringan di kaki kanan dan tangan kiri. Sementara Praka Nofrian mengalami luka ringan di kaki kanan.

Baca juga : Budi Arie: Kami Tindak Tegas Jika Membandel

Atas insiden tersebut, keduanya dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan intensif. Beruntung, kondisi kesehatan Pratu Eggy dan Praka Nofrian dinyatakan dokter dalam keadaan normal. Meskipun, telinga kiri Pratu Eggy mengalami gangguan dan perlu di­lakukan pemeriksaan lanjutan.

Begitu mendengar kabar penem­bakan personel TNI, Menlu Retno Marsudi yang sedang mengikuti konferensi tingkat tinggi (KTT) Per­himpunan Negara-negara Asia Teng­gara (ASEAN) di Vientiane, Laos, langsung buka suara dan memberi peringatan keras.

“Indonesia dengan tegas mengutuk serangan tersebut. Serangan terhadap personel dan properti PBB merupa­kan pelanggaran besar terhadap Hu­kum Humaniter Internasional,” tegas Retno, Jumat (11/10/2024).

Baca juga : Gerindra Warning Menteri KIM

Retno menyatakan, Pemerintah Indonesia mendorong semua negara untuk menghormati Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701. Isi resolusi ini adalah seruan gencatan senjata antara Israel-Hizbullah, yang disetujui oleh 15 negara anggota DK PBB pada 11 Agustus 2006.

“Indonesia meminta semua pihak menghormati dan menjamin untuk tidak melanggar wilayah PBB dalam segala waktu dan keadaan. Indonesia juga mendesak dilakukannya penyelidikan atas serangan tersebut dan pelakunya dimintai pertanggung­jawaban,” pinta Retno.

Presiden Jokowi ikut bersuara atas insiden penembakan tersebut. Kepala Negara meminta anggota TNI yang bertugas di Lebanon lebih waspada karena kondisi negara tersebut se­dang dalam keadaan perang.

Baca juga : Andika Contek Debat Jakarta Luthfi Masih Belanja Masalah

“Yang perlu kita lakukan semuanya hati-hati, terutama yang ada di sana,” kata Jokowi kepada wartawan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kali­mantan Timur, Jumat (11/10/2024).

Adsense

Bukan cuma Pemerintah Indonesia yang mengecam aksi serangan Israel ke markas pasukan perdamaian PBB. Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto juga menyebut aksi Israel tak bisa ditoleransi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense