RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menunaikan hak suaranya lebih dulu di Pilpres AS, yang hanya tinggal delapan hari lagi. Mayoritas warga AS baru akan mencoblos pada 5 November mendatang.
Biden yang mundur dari kontestasi Pilpres 2024 pada Juli lalu, terlihat berada dalam barisan antrean Tempat Pemungutan Suara (TPS) di kampung halamannya, Delaware.
“Ayo kita memilih,” ajak Biden, ditemani Lisa Blunt Rochester, yang mencalonkan diri untuk mewakili negara bagian di Senat, seperti dilansir CBS News, Senin (28/10/2024).
Ditanya apakah perasaannya bagai bittersweet saat mencoblos, politisi Demokrat itu berkata singkat,”This is just sweet".
Baca juga : Dosen Unpad: Kejutan Di Pilgub Jabar Kemungkinan Terulang Di 2024
Ekspresi wajah Biden terlihat memancarkan keyakinan, bahwa Wakil Presiden-nya saat ini: Kamala Harris akan memenangkan Pilpres 2024.
Momen nyoblos duluan ini diabadikan Biden lewat akun Instagramnya.
"Hari ini, saya bangga memberikan suara saya untuk Kamala Haris, Tim Walz, dan Lisa Blunt Rochester. Suara Demokrat masih naik turun, dengan beberapa pemilih pertama. Teman-teman, ada terlalu banyak yang dipertaruhkan di pemilihan ini. Jika Anda belum melakukannya, buat rencana untuk memilih di link bio saya," ujar Biden dalam caption postingan tersebut.
Baca juga : Hadir Duluan Di Lapangan, Prabowo Beri Contoh Kedisiplinan Saat Retreat Kabinet
Dalam kesempatan tersebut, Biden juga menyampaikan pendapat singkatnya soal iming-iming uang yang ditawarkan orang terkaya dunia: Elon Musk.
"Itu sangat tidak pantas," tegas Biden.
Musk yang notabene adalah pendukung Donald Trump, menawarkan duit 1 juta dolar AS atau sekitar Rp 15,5 miliar per hari secara acak kepada pemilih terdaftar yang menandatangani petisi untuk komite aksi politik pro-Trump miliknya.
Dalam postingan blog, Rick Hasen yang merupakan seorang profesor hukum UCLA dan analis hukum pemilihan NBC News, menilai inisiatif Musk sebagai bentuk pelanggaran hukum pemilihan federal.
Baca juga : Karya Seniman Residensi Baku Konek Masuk Pameran Jakarta Biennale 2024
"Kongres telah memutuskan bahwa Anda tidak boleh menjual suara Anda kepada penawar tertinggi, dan kita tidak boleh membiarkan proses politik ini diselewengkan oleh orang-orang dengan kekayaan terbanyak yang mungkin mencoba membuat Anda memilih dengan cara tertentu," bebernya kepada CNBC International.
Komentar senada juga disampaikan Gubernur Pennsylvania sekaligus politisi Demokrat, Josh Shapiro. Menurutnya, rencana Musk memberikan uang kepada pemilih terdaftar di negaranya sangat memprihatinkan.
"Itu adalah sesuatu yang dapat dicermati oleh penegak hukum," tandasnya, Minggu (27/10/2024).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.