RM.id Rakyat Merdeka - Assis di kota Porto, Portugal, menjadi saksi dari keindahan budaya Indonesia yang membius ratusan penonton dalam Festival Indonesia, Kamis (28/11/2024). Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas cakupan promosi Indonesia di berbagai kota di Portugal.
Acara Festival Indonesia: A Heartbeat of Cultural Diversity ini merupakan kegiatan pertama yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Lisabon di kota Porto. Biasanya, Festival Indonesia diselenggarakan di pusat Ibu Kota Portugal, Lisabon.
Kota Porto merupakan kota dengan jumlah masyarakat Indonesia paling banyak di Portugal. Selain itu, Porto juga merupakan kota kedua terbesar di Portugal dan menjadi destinasi tujuan wisata populer di Eropa.
“Kita berkumpul, bukan hanya sebagai individu dari berbagai negara, tetapi sebagai sebuah komunitas yang datang untuk menyaksikan kekayaan budaya Indonesia yang dikenal beragam,” sambutan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Lisabon Rudy Alfonso, sebelum seremonial pemukulan gong dilakukan.
“Festival ini merupakan ajang pagelaran budaya yang menampilkan berbagai tradisi dan bakat yang membuat negara Indonesia begitu Istimewa,” imbuh Dubes Rudy.
Festival dibuka dengan penampilan Tari Topeng Keras oleh I Putu Adnyana Putra dari Yayasan Dharma Semara Girang, Bali. Kemampuan penari yang dapat menghidupkan karakter topeng dengan baik, jalinan wiraga, wirama dan wirasa yang menyatu, membuka festival dengan penuh rasa kekaguman dari penonton.
Denting gamelan GangSwara, kelompok Gamelan kolaborasi antara KBRI Lisabon dengan Jurusan Musik Sains Universitas Nova Lisboa berhasil membawa suasana magis dan membuat penonton larut dalam alunan musik tradisional Jawa. Gendhing klasik yang ditampilkan meliputi Lancaran Bendrong yang mengiringi pertunjukan Tari Klono Topeng Sewandono, Lancaran Gugur Gunung dan Ketawang Mijil Wigaringtyas.
Turut meramaikan suasana, beberapa tari tradisional Indonesia seperti Topeng Bujuh dari Yayasan Dharma Semara Girang, Tari Bajidor Kahot dan Jejer Jaran Dawuk dari kelompok tari binaan KBRI Lisabon, Citraloka.
Baca juga : Edukasi Kreatif Universitas Indonesia Untuk Atasi Sampah Di Bekasi
Festival ini juga menampilkan kolaborasi antara Manshur Praditya dan penyanyi Murni Surbakti. Manshur Praditya merupakan talenta muda berbakat asal Bandung, Jawa Barat, yang membawa alat musik Angklung ke panggung-panggung mancanegara, dikemas menarik dalam konsep Electronic Dance Musik (EDM).
Bersama penyanyi Murni Surbakti, mereka membawakan lagu medley Nusantara, lagu nasional Tanah Airku, lagu internasional Can´t Take My Eyes dan lagu folklorePortugal, Ó Malhão.
Penampilan angklung dari Manshur Praditya semakin meriah setelah 300 angklung dibagikan kepada penonton saat sesi musik interaktif. Dengan antusiasme yang sangat tinggi, penonton belajar langsung cara memainkan angklung. Penonton juga dipandu untuk mengiringi penampilan lagu Can´t Help Falling in Love dan We are the Champions.
Acara tambah seru dengan Tari Kecak yang dibawakan puluhan mahasiswa Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) yang saat ini kuliah di Institut Politeknik Porto. Atas bimbingan profesional dari Yayasan Dharma Semara Girang, mahasiswa IISMA menampilkan Tari Kecak ditambah dengan kehadiran Rahwana, Hanoman dan Sinta, menciptakan atmosfer Bali yang kental.
Kegiatan Festival Indonesia ditutup dengan pembagian hand bouquet kepada seluruh pengisi acara. Setelah itu, penonton larut naik ke panggung untuk bernyanyi dan menari bersama saat lagu penutup Alusi Au dan Gemu Fa Mi Re dilantunkan.
Selain penampilan musik dan tari, kegiatan Festival Indonesia turut menyuguhkan kuliner Nusantara. Seperti Bolu Kukus, Lemper, Risol, Dadar Gulung, Klepon dan Kue Kembang Goyang dari Suas (toko dan restoran Indonesia di Porto).
Selain itu, terdapat kegiatan Batik Showcase yang memperkenalkan proses dan peralatan membatik. Corner Batik Showcase juga memajang hasil karya dari Pedro Carvalho de Almeida, Dosen Desain, Media dan Budaya di Universitas Aveiro, yang mengembangkan produk sepatu dengan motif Batik dan Songket Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.