BREAKING NEWS
 

Dubes Indonesia Untuk Portugal Rudy Alfonso Bius Porto Dengan Seni & Kuliner Nusantara

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 2 Desember 2024 06:32 WIB
Duta Besar Indonesia untuk Portugal Rudy Alfonso membuka Festival Indonesia di kota Porto, Portugal, 28 November 2024. (Foto: KBRI Lisabon)

RM.id  Rakyat Merdeka - As­sis di kota Porto, Portugal, men­jadi saksi dari keindahan budaya Indonesia yang membius ratusan penonton dalam Festival Indone­sia, Kamis (28/11/2024). Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas cakupan promosi Indonesia di berbagai kota di Portugal.

Acara Festival Indonesia: A Heartbeat of Cultural Diver­sity ini merupakan kegiatan pertama yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indo­nesia (KBRI) Lisabon di kota Porto. Biasanya, Festival Indonesia diselenggarakan di pusat Ibu Kota Portugal, Lisabon.

Kota Porto merupakan kota dengan jumlah masyarakat Indo­nesia paling banyak di Portugal. Selain itu, Porto juga merupakan kota kedua terbesar di Portugal dan menjadi destinasi tujuan wisata populer di Eropa.

“Kita berkumpul, bukan hanya sebagai individu dari berbagai negara, tetapi sebagai sebuah ko­munitas yang datang untuk me­nyaksikan kekayaan budaya In­donesia yang dikenal beragam,” sambutan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Lisabon Rudy Alfonso, sebelum seremonial pemukulan gong dilakukan.

Baca juga : Dubes China Untuk Indonesia Wang Lutong Gelar Meet Dan Greet Dengan Diaspora Negeri Panda

“Festival ini merupakan ajang pagelaran budaya yang me­nampilkan berbagai tradisi dan bakat yang membuat negara Indonesia begitu Istimewa,” imbuh Dubes Rudy.

Festival dibuka dengan penampilan Tari Topeng Keras oleh I Putu Adnyana Putra dari Yayasan Dharma Semara Gi­rang, Bali. Kemampuan penari yang dapat menghidupkan karakter topeng dengan baik, jalinan wiraga, wirama dan wi­rasa yang menyatu, membuka festival dengan penuh rasa kekaguman dari penonton.

Denting gamelan GangSwara, kelompok Gamelan kolaborasi antara KBRI Lisabon dengan Jurusan Musik Sains Universitas Nova Lisboa berhasil membawa suasana magis dan membuat penonton larut dalam alunan musik tradisional Jawa. Gendh­ing klasik yang ditampilkan meliputi Lancaran Bendrong yang mengiringi pertunjukan Tari Klono Topeng Sewandono, Lancaran Gugur Gunung dan Ketawang Mijil Wigaringtyas.

Adsense

Turut meramaikan suasana, beberapa tari tradisional Indo­nesia seperti Topeng Bujuh dari Yayasan Dharma Semara Girang, Tari Bajidor Kahot dan Jejer Jaran Dawuk dari kelompok tari binaan KBRI Lisabon, Citraloka.

Baca juga : Edukasi Kreatif Universitas Indonesia Untuk Atasi Sampah Di Bekasi

Festival ini juga menampilkan kolaborasi antara Manshur Praditya dan penyanyi Murni Surbakti. Manshur Praditya merupakan talenta muda berbakat asal Bandung, Jawa Barat, yang membawa alat musik Angklung ke pang­gung-panggung mancanegara, dikemas menarik dalam konsep Electronic Dance Musik (EDM).

Bersama penyanyi Murni Surbakti, mereka membawakan lagu medley Nusantara, lagu nasional Tanah Airku, lagu inter­nasional Can´t Take My Eyes dan lagu folklorePortugal, Ó Malhão.

Penampilan angklung dari Manshur Praditya semakin meriah setelah 300 angklung dibagikan kepada penonton saat sesi musik interaktif. Dengan antusiasme yang sangat tinggi, penonton belajar langsung cara memainkan angklung. Penonton juga dipandu untuk mengiringi penampilan lagu Can´t Help Falling in Love dan We are the Champions.

Acara tambah seru dengan Tari Kecak yang dibawakan puluhan mahasiswa Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) yang saat ini kuliah di Institut Politeknik Por­to. Atas bimbingan profesional dari Yayasan Dharma Semara Girang, mahasiswa IISMA me­nampilkan Tari Kecak ditambah dengan kehadiran Rahwana, Ha­noman dan Sinta, menciptakan atmosfer Bali yang kental.

Baca juga : Dubes Indonesia Untuk Portugal Rudy Alfonso Kunker Sambil Promosi Ke Daerah Otonomi Azores

Kegiatan Festival Indonesia ditutup dengan pembagian hand bouquet kepada seluruh pengisi acara. Setelah itu, penonton larut naik ke panggung untuk bernyanyi dan menari bersama saat lagu penutup Alusi Au dan Gemu Fa Mi Re dilantunkan.

Selain penampilan musik dan tari, kegiatan Festival Indone­sia turut menyuguhkan kuliner Nusantara. Seperti Bolu Kukus, Lemper, Risol, Dadar Gulung, Klepon dan Kue Kembang Goyang dari Suas (toko dan restoran Indonesia di Porto).

Selain itu, terdapat kegiatan Batik Showcase yang mem­perkenalkan proses dan pera­latan membatik. Corner Batik Showcase juga memajang hasil karya dari Pedro Carvalho de Almeida, Dosen Desain, Me­dia dan Budaya di Universitas Aveiro, yang mengembangkan produk sepatu dengan motif Ba­tik dan Songket Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense