BREAKING NEWS
 

Parlemen Korsel Kembali Gelar Voting Pemakzulan

Presiden Yoon Koar-koar Mau Lawan Hingga Akhir

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 13 Desember 2024 06:20 WIB
Layar televisi di sebuah terminal bus di Seoul, Korea Selatan, Kamis (12/12/2024),menunjukkan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol membungkuk saat menyampaikan pidato. Foto: AFP/ANTHONY WALLACE

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol siap melawan upaya pemakzulan (impeachment) sampai akhir. Dia juga menegaskan, penetapan darurat militer demi kepentingan nasional.

Parlemen Korsel (Majelis Nasional) hari ini akan meng­gelar kembali pemungutan suara untuk menentukan pemakzulan Yoon, sebagaimana diminta partai oposisi utama, Partai Demokrat.

Yoon, dalam pidatonya yang disiarkan di televisi nasional, Kamis (12/12/2024), membela diri terkait keputusannya menerapkan status darurat militer pada Selasa pekan lalu yang hanya berlaku sekitar 6 jam.

“Apakah dimakzulkan atau diselidiki, saya akan meng­hadapinya,” tegasnya, dikutip dari Yonhap.

Baca juga : Medina Dina, Dekat Gading Martin, Jadi Korban Gosip

Yoon juga membantah tuduhan memberontak. Dia mengaku, terpaksa menggunakan kekuasaan sebagai presiden untuk memberlakukan darurat militer demi melindungi negara.

Menurutnya, ada upaya ke­lompok oposisi yang ingin me­lumpuhkan Pemerintah. Yoon menyebut, status darurat militer tersebut sebagai keputusan poli­tik yang sangat terukur.

Yoon menuduh kubu opo­sisi berusaha menghalangi tugas Pemerintah dengan mengusulkan pemakzulan serta pemangkasan anggaran untuk tahun depan.

Adsense

Majelis Nasional, Rabu (11/12/2024), mengesahkan anggaran belanja 2025 sebesar 673,3 triliun won. Angka itu telah dipangkas Partai Demokrat.

Baca juga : Prabowo: Uang Rakyat Harus Kembali ke Rakyat

Selain itu, Partai Demokrat juga mengajukan pemakzulan terhadap kepala auditor negara serta jaksa, meski ditentang par­tai berkuasa pengusung Yoon, Partai Kekuatan Rakyat (PPP).

“Saya akan berjuang sam­pai saat-saat terakhir bersa­ma Anda,” kata Yoon, seraya mengulangi permintaan maaf­nya kepada warga Korsel karena menyebabkan ketidaknyamanan akibat penerapan darurat militer tersebut.

Partai Demokrat menguasai 171 kursi di parlemen dari total 300 anggota. Pemakzulan Yoon akan diterima jika disetujui seti­daknya 200 anggota parlemen atau dua per tiga suara.

Pada Sabtu (7/12/2024), pe­makzulan gagal karena PPP memboikot. Butuh 5-7 suara dari anggota partai berkuasa agar mencapai kuorum.

Baca juga : 60% Elpiji Impor dari Amerika, 60% BBM Impor dari Singapura, Bahlil Geleng-geleng Kepala

Untuk voting Sabtu (14/12/2024), cerita akan berbeda jika PPP menyetujui pemakzulan Yoon. Ketua PPP Han Dong Hoon telah membebaskan para anggotanya untuk mendukung mosi me­makzulkan Yoon. Dia termasuk yang akan memberikan suara dukungan.

Pengamat ilmu politik dari Universitas Myongji Korsel Shin Yul mengatakan, Yoon mung­kin berharap comeback secara dramatis.

“Tampaknya dia tidak ingin mundur dan mencoba bertahan karena masih berpikir bahwa dia melakukan hal yang benar,” pungkas Shin. MEL

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jumat, 13 Desember 2024 dengan judul "Parlemen Korsel Kembali Gelar Voting Pemakzulan, Presiden Yoon Koar-koar Mau Lawan Hingga Akhir"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense