BREAKING NEWS
 

Pasca Trump Bilang Amerika Tak Mau Terlibat

UE Bahas Pengiriman Pasukan Ke Ukraina

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 20 Desember 2024 06:20 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy berpose menjelang pertemuan di Brussels, Belgia, 18 Desember 2024. Foto: Nicolas Tucat /Pool via REUTERS

RM.id  Rakyat Merdeka - Negara-negara di Eropa tengah membahas pengiriman pasukan ke Ukraina jika terjadi gencatan senjata atau kesepakatan damai dengan Rusia. Pasalnya, Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump tak akan mengerahkan pasukan untuk menjamin keamanan.

Pembicaraan yang dipimpin Presiden Prancis Emmanuel Macron ini masih dalam tahap awal. Akan tetapi, para pemimpin Uni Eropa (UE) mengirimkan sinyal yang jelas kepada Trump dalam sebuah pertemuan, Kamis (19/12/2024), di Brussels, Belgia, mengenai dukungan mereka untuk Ukraina.

“Rusia tidak boleh menang,” demikian kesimpulan draf Uni Eropa.

Dilansir Reuters, seorang diplomat Uni Eropa menggambarkan, para pemimpin juga mendiskusikan hubungan Uni Eropa-AS. Mereka membahas tantangan-tantangan keamanan dan ekonomi yang akan ditimbulkan dengan kembalinya Trump ke Gedung Putih.

Baca juga : Eks Direktur Jasindo Didakwa Rugikan Negara Rp 38,2 Miliar

Trump telah berulang kali menyerukan agar perang yang telah berlangsung selama hampir tiga tahun ini segera diakhiri. Pada Senin (16/12/2024), dia mengatakan bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy harus siap mencapai kesepakatan damai dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Meski demikian, Trump tidak mengatakan apakah ini berarti Ukraina harus menyerahkan wilayahnya kepada Moskow sebagai bagian dari penyelesaian yang dinegosiasikan. Apalagi pasukan Rusia saat ini sudah menguasai hampir seperlima wilayah Ukraina.

Adsense

Negara-negara besar Eropa seperti Prancis, Jerman, Italia, Polandia dan Inggris dapat membentuk sebagian besar pasukan. Namun, langkah itu akan meningkatkan risiko konfrontasi langsung dengan Rusia dan membebani militer Eropa.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) Mark Rutte telah meminta rekan-rekannya di NATO dan Ukraina bersikap lebih tenang dalam membahas skenario masa depan.

Baca juga : Tyas Mirasih, Dipanggil Mama Oleh Anak Tezi

“Mengapa Putin mau duduk di meja perundingan, karena dia mendapatkan apa yang diingin-kannya,” kata Rutte.

Para analis dan pejabat telah memberikan berbagai perkiraan mengenai jumlah pasukan dalam misi tersebut. Beberapa analis telah memperkirakan sekitar 40.000 pasukan mungkin layak.

Menurut Franz-Stefan Gady, seorang mantan perencana militer Austria yang sekarang berada di Institut Internasional untuk Studi Strategis, sekitar 100.000 pasukan dapat dilibatkan dalam misi tersebut pada satu waktu.

“Pasti ini akan sangat membebani pasukan darat Eropa,” pungkasnya. DAY

Baca juga : KPK Amankan Dokumen di Ruangan Gubernur BI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jumat, 20 Desember 2024 dengan judul "Pasca Trump Bilang Amerika Tak Mau Terlibat, UE Bahas Pengiriman Pasukan Ke Ukraina"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense