BREAKING NEWS
 

Viral Presiden Turki Tinggalkan Ruangan KTT Saat Presiden RI Sedang Pidato

Begini Penjelasan Resmi Kemlu Dan Mayor Teddy

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : SISWANTO
Selasa, 24 Desember 2024 08:10 WIB
Tangkapan layar momen ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan keluar ruangan acara saat Presiden Prabowo Subianto sedang menyampaikan pidato. (Foto: Biro Pers)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Sekretaris Kabinet Mayor Teddy Indra Wijaya memberikan penjelasan resmi terkait beredarnya video Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan keluar ruangan acara saat Presiden Prabowo Subianto sedang menyampaikan pidato di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-11 Developing Eight (D-8), di Mesir, Kamis (19/12/2024).

Aksi Presiden Erdogan itu terjadi saat Prabowo sedang berpidato di sesi pleno ‘Investing in Youth and Supporting SME’s: Shaping Tomorrow’s Economy’ yang disampaikan di Istana Kepresidenan New Administrative Capital, Kairo, Mesir, Kamis, (19/12/2024) waktu setempat.

Dalam forum meja bundar itu, 8 negara berkembang yang menjadi anggota D-8, duduk saling berhadapan. Di antaranya, Indonesia, Mesir, Iran, Malaysia, dan Turki.

Selain Mayor Teddy, Prabowo didampingi Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas, dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir Lutfi Rauf.

Video saat Prabowo menyampaikan pidato dirilis akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (20/12/2024). Presiden Erdogan keluar ruangan terjadi saat Prabowo menyinggung soal situasi krisis kemanusiaan yang melanda Timur Tengah dan mengecam agresi militer Israel di Palestina.

Terlihat, Erdogan bersama rombongannya berjalan keluar lewat belakang kursi Prabowo. Entah disengaja atau tidak, Erdogan sempat menyenggol kursi Prabowo. Namun, Prabowo tidak terganggu dan terus melanjutkan pidatonya.

Baca juga : Makan Bergizi Gratis, Nggak Semua Anak Dapat Susu

Pimpinan negara lain yang tidak meninggalkan ruangan, tetap mendengarkan pidato Prabowo dengan saksama. Dalam pidato tersebut, Prabowo mengajak negara-negara Muslim untuk bersatu dan saling membantu, terutama ketika ada konflik yang terjadi.

Video potongan saat Erdogan keluar ruangan KTT dan menyenggol kursi Prabowo itu, kemudian viral di media sosial. Banyak warganet yang ikut membagikan dan mengomentari aksi Erdogan itu.

Khawatir ada narasi yang menyesatkan tentang kepergian Erdogan, Kemlu langsung angkat bicara. Juru Bicara (Jubir) Kemlu, Rolliansyah Soemirat menyampaikan bahwa meninggalkan ruangan konferensi merupakan hal yang lumrah dilakukan oleh para ketua delegasi.

“Keluar masuk ruangan meeting dalam sebuah meeting internasional adalah hal yang lumrah. Termasuk, di forum PBB,” ujarnya, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2024).

Adsense

Pria yang akrab disapa Roy ini mengatakan, masing-masing delegasi diperbolehkan meninggalkan ruangan karena punya agenda di ruangan lain. Sehingga, menjadi lumrah jika para ketua delegasi dalam forum tersebut melakukan banyak pertemuan paralel. Termasuk, untuk lakukan pertemuan bilateral dengan ketua delegasi lain di ruangan berbeda.

“Perkara ada delegasi yang pada saat itu tidak dapat hadir atau meninggalkan ruangan sejenak, itu adalah hal yang biasa. Dan mungkin saja ada jadwal-jadwal seperti pertemuan bilateral yang harus dilakukan oleh ketua delegasi negara lain,” jelas Roy.

Baca juga : Menkum: Koruptor Tidak Serta Merta Dapat Amnesti

Ia pun memastikan hubungan bilateral antara Indonesia dan Turki tetap berjalan baik. Begitu pula hubungan Presiden Erdogan dengan Presiden Prabowo. Roy menekankan, hubungan keduanya hangat karena sempat bertemu singkat menjelang dan setelah KTT.

“Khusus dengan Presiden Turki, dapat disampaikan bahwa kedua pemimpin melakukan pertemuan dalam situasi yang sangat bersahabat. Termasuk, pada saat duduk berdekatan dalam acara luncheon yang diselenggarakan setelah berakhirnya KTT,” ungkapnya.

Roy mengimbau masyarakat tidak mudah tergiring opini liar yang disampaikan akun media sosial. Serta meminta bantuan media massa untuk meluruskan isu miring terkait aksi Erdogan keluar ruangan KTT.

“Saya mengimbau publik memfilter berita mana yang terjadi secara faktual dan mana yang tidak terjadi sebagaimana apa adanya,” harapnya.

Mayor Teddy yang ikut dalam rombongan dan berada di dalam ruangan KTT, juga ikut meluruskan. Teddy mengatakan, seharusnya Prabowo mendapatkan giliran pertama bicara di sesi kedua. Namun, Erdogan meminta izin untuk bicara lebih awal karena ada agenda lain.

“Jadi saat sesi dua dimulai, Presiden Erdogan berbicara duluan, dan minta maaf karena harus meninggalkan lokasi pleno,” ujar Teddy melalui keterangan tertulis, Senin (23/12/2024).

Baca juga : NasDem Berkomitmen Berpolitik Tanpa Mahar

Teddy juga menjelaskan tak ada masalah di antara Prabowo dan Erdogan. Keduanya tetap bersahabat dan menjalin komunikasi dengan baik. Hal itu dibuktikan dengan pertemuan keduanya sebelum pembukaan sesi kedua KTT D-8.

“Sebelum sesi dua, Presiden Prabowo dan Presiden Erdogan makan siang bareng, duduk bersebelahan,” pungkasnya.

Sebelumnya, pidato Presiden Prabowo mendapat pujian dari Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Presiden Iran menyambut positif seruan Prabowo kepada negara muslim untuk menyatakan kemerdekaan Palestina. Ia pun menyerukan negara-negara Islam bersatu menghentikan serangan Israel di Gaza, Palestina.

Hal senada juga disampaikan Anwar Ibrahim. Dia mengaku terkesima saat Prabowo bicara lantang dan menggelegar. “Presiden Prabowo telah menyampaikan kenyataan pahit tapi penting yang harus disikapi dengan bijak dan hati-hati, khususnya terkait hak-hak Palestina yang merdeka dan berdaulat,” ujar Anwar melalui akun Instagram pribadinya, @anwaribrahim_my. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense