BREAKING NEWS
 

Jepang Beri Pinjaman Rp 3,9 Triliun Bagi Dua Sektor Penting Indonesia

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 24 Desember 2024 20:57 WIB
Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi (kiri) bersama Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Abdul Kadir Jailani memperlihatkan Kesepakatan Pinjaman Yen yang telah mereka tandatangani di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Selasa (24/12/2024). (Foto Kedubes Jepang Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jepang menggelontorkan pinjaman untuk Indonesia sebesar 38,693 miliar yen atau sekitar Rp 3,9 triliun untuk dua sektor penting bagi Indonesia. Pinjaman diberikan Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA).

Untuk pinjaman ini, Kepala Bagian Ekonomi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Ueda Hajime mengatakan, Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi dan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) Abdul Kadir Jailani meneken dua jenis Pertukaran Nota atau E/N, di Kedutaan Besar Jepang, Selasa (24/12/2024).

"Pinjaman ini digelontorkan untuk dua sektor. Yaitu Pengurangan Risiko Bencana Gunung Berapi yang mendapatkan pinjaman sebesar 23,148 miliar yen (Rp 2,3 triliun) dan Pengembangan Terpadu Pelabuhan Perikanan dan Pasar Ikan Internasional tahap 1 senilai 15,545 miliar yen (Rp 1,6 triliun)," kataya.

Baca juga : CGBIO Menyelenggarakan Pelatihan Bagi Tenaga Medis di Indonesia

Menambahkan, Kepala Perwakilan JICA di Indonesia dan ASEAN Takeda Sachiko menyebut masing-masing pinjaman akan dikenakan suku bunga tetap sebesar 1,6 persen untuk sektor Pengurangan Risiko Bencana Gunung Berapi dan suku bunga tetap 1,8 persen untuk sektor Pengembangan Terpadu Pelabuhan Perikanan dan Pasar Ikan Internasional.

Adsense

Jumlah suku bunga tersebut termasuk 0,2 persen per tahun untuk konsultan. Sementara masa pengembalian dana selama 30 tahun, termasuk masa tenggang 10 tahun, dengan masa pengadaan tidak terikat.

Takeda menjelaskan, perbedaan dari suku bunganya ini dilihat dari sektor prioritasnya. "Memang ada beberapa sektor-sektor yang menjadi prioritas, seperti misalnya di bidang kesehatan, medis, dan pendidikan itu memang cenderung lebih tinggi bunganya," terangnya.

Baca juga : KAI Logistik Beri Pembinaan Usaha Lewat Program Pelatihan Difablepreneur

Lebih lanjut Takeda juga menjelaskan bahwa proyek sektor Pengurangan Risiko Bencana Gunung Berapi akan dimulai dari Desember 2024 hingga Juli 2031. Sementara sektor Pengembangan Terpadu Pelabuhan Perikanan dan Pasar Ikan Internasional dimulai dari Desember 2024 hingga Februari 2032.

Peminjaman sektor Pengurangan Risiko Bencana Gunung Berapi nantinya akan digunakan untuk proyek perbaikan fasilitas pengendalian erosi, terutama pada Gunung Semeru dan Gunung Kelud di Jawa Timur, serta Gunung Agung di Bali, dan gunung lainnya di wilayah Indonesia. Untuk proyek ini yang akan menjadi pelaksana adalah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum.

Sementara, peminjaman sektor Pengembangan Terpadu Pelabuhan Perikanan dan Pasar Ikan Internasional akan dilakukan di 8 pelabuhan. Yaitu Banda Aceh di Aceh; Bagansiapiapi di Riau; Natuna di Kepulauan Riau; Jakarta; Pekalongan di Jawa Tengah; Likupang di Sulawesi Utara; Biak di Papua; dan Merauke di papua Selatan.

Baca juga : Penghargaan Upakarti 2024 Apresiasi Bagi Dedikasi Penggiat IKM Dalam Negeri

Dalam proyek ini, pelabuhan perikanan ini akan dilakukan pemeliharaan dan rehabilitas pemecah gelombang, dermaga pendaratan, pabrik pengelolaan ikan serta fasilitas pembekuan dan pendinginan dan lainnya. Proyek ini sejalan dengan visi Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk swasembada pangan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense