Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
KAI Logistik Beri Pembinaan Usaha Lewat Program Pelatihan Difablepreneur
Kamis, 19 Desember 2024 17:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) menggelar Program Pelatihan Difablepreneur, yang ditujukan guna mendukung kemandirian dan pemberdayaan ekonomi komunitas atau individu penyandang disabilitas.
Direktur Keuangan KAI Logistik Riki Jayaprawira Suwarna mengatakan, kegiatan tersebut menjadi komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen KAI Logistik dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (19/12/2024).
Hal ini sejalan dengan kerangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) khususnya dua tujuan utama yang selaras dengan program ini. Yaitu, nomor 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta nomor 10 tentang berkurangnya kesenjangan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia tercatat sebanyak 22,97 juta orang, atau sekitar 8,5 persen dari total populasi dengan 52,65 persen, di antaranya berstatus sebagai wirausaha.
Dengan demikian, wirausaha menjadi ajang bagi penyandang disabilitas untuk tetap produktif dan berdaya di tengah keterbatasan pada akses pekerjaan formal.
“KAI Logistik ingin turut mendorong kesetaraan daya saing UMKM, sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan profitabilitas usahanya,” ucapnya.
Baca juga : KAI Logistik Dongkrak Kewirausahaan Lewat Program Kemitraan Gerai
Riki menambahkan, sebagai bentuk dukungan nyata, KAI Logistik juga menyediakan dana pembinaan untuk peserta terbaik sebagai penghargaan atas inovasi dan semangat mereka dalam mengembangkan usaha.
“Kami berharap melalui program ini, penyandang disabilitas memiliki kesempatan lebih besar untuk menyampaikan gagasan, meningkatkan pendapatan, dan berkontribusi dalam ekonomi inklusif,” ujar Riki.
Dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki, kata Riki, peserta juga diharapkan dapat mencari peluang baru dan memperluas jangkauan pasar usaha mereka.
Menurut Riki, anak usaha PT KAI Persero ini tak hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi, KAI Logistik juga membawa isu keberlanjutan lingkungan ke dalam program ini.
Peserta diajak untuk mendukung pelestarian bumi dengan mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Sebagai bentuk konkret, setiap peserta mendapatkan botol minum yang ramah lingkungan.
“Hal ini selaras dengan komitmen KAI Logistik untuk mendukung gaya hidup hijau,” ucapnya.
Program TJSL ini merupakan wujud nyata prioritas KAI Logistik dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan secara konsisten.
Baca juga : KCIC Tegaskan Tak Terlibat Pengadaan Jasa Pengangkutan Kereta Cepat
Dengan semangat yang tertuang pada tagline KAI Logistik Ispossible!, perusahaan berkomitmen untuk membuktikan bahwa segala sesuatu dapat dicapai. Termasuk dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan mengurangi kesenjangan sosial.
“Melalui pelatihan Difablepreneur, KAI Logistik tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga harapan dan peluang bagi komunitas penyandang disabilitas,” katanya.
Perusahaan berharap program ini dapat menginspirasi perubahan positif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mendukung terciptanya Indonesia yang lebih inklusif, setara, dan berkeadilan bagi semua.
Di kesempatan yang sama, Founder Menembus Batas sekaligus Staf Khusus Presiden periode 2019-2024 Angkie Yudistia menyampaikan, melalui Yayasan Berdaya Menembus Batas yang berkolaborasi dengan KAI Logistik dalam ‘Program Pelatihan dan Pemberdayaan Difablepreneur,’ diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk mengembangkan diri sebagai wirausaha.
"Karena upaya ini guna membantu para penyandang disabilitas untuk meningkatkan kapasitas usahanya. Sekaligus mempercepat penyandang disabilitas dalam mengembangkan bisnisnya dengan meningkatkan literasi keuangan," ujarnya.
Program Difablepreneur bertema ‘Aksesibilitas untuk Kesetaraan, Inovasi untuk Kemajuan,’ merupakan kolaborasi KAI Logistik bersama Yayasan Berdaya Menembus Batas sebagai bagian dari momentum memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember lalu.
Program Difablepreneur ini diikuti sejumlah peserta terpilih, yang terdiri dari komunitas dan individu penyandang disabilitas berusia 18-45 tahun.
Baca juga : Kolaborasi Pemerintah Dan Peksos Dorong Keadilan Sosial
Rangkaian pelatihan diawali dengan registrasi dan asesmen untuk mengidentifikasi potensi masing-masing peserta.
Setelah itu, peserta mengikuti sesi pelatihan pada 19-21 Desember 2024 yang terdiri dari satu hari pelatihan luring dan dua hari pelatihan secara daring.
Dalam pelatihan ini, pemateri ahli akan membekali berbagai topik penting seperti literasi keuangan, pemasaran digital, dan strategi keberlanjutan bisnis UMKM.
Di akhir program, peserta akan mempresentasikan potensi usaha mereka dan mengikuti evaluasi untuk menilai perkembangan serta penerapan materi yang telah diberikan selama pelatihan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya