RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol, yang telah dimakzulkan parlemen, kembali mangkir dari panggilan tim investigasi gabungan terkait deklarasi darurat militer yang bikin geger Korsel. Ini ketiga kalinya Yoon absen dari panggilan Kantor Penyelidikan Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO).
Seharusnya, Yoon hadir pada Minggu (29/12/2024) pukul 10.00 waktu Korea. Sebelumnya, dia juga absen pada 17 Desember dan 25 Desember lalu.
“Presiden Yoon Suk Yeol tidak muncul di Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi pada pukul 10 pagi hari ini,” ujar kantor tersebut, seperti diberitakan AFP.
Baca juga : KPK Siap Menindak Lanjuti
Karena itu, Markas Besar Investigasi Gabungan akan meninjau dan memutuskan tindakan selanjutnya.
CIO atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)-nya Korsel, diperkirakan akan membuat keputusan terkait nasib Yoon dalam beberapa hari ke depan. Mereka bisa merilis panggilan keempat atau meminta pengadilan mengeluarkan surat perintah penangkapan.
CIO bukan satu-satunya yang menyelidiki Yoon. Mereka bekerja sama dengan polisi dan unit investigasi Kementerian Pertahanan.
Baca juga : Curhat Ditipu Komika Top
Pada 24 Desember lalu, pengacara Yoon, Seok Dong Hyeon mengatakan, kliennya memprioritaskan proses pemakzulannya di Mahkamah Konstitusi (MK). Yoon juga berencana mengeluarkan pernyataan setelah Natal.
Yoon dituding menyalahgunakan kekuasaan untuk menerapkan darurat militer dan mengerahkan militer menggeruduk Majelis Nasional Korsel (parlemen) serta menangkap sejumlah tokoh kunci di parlemen.
Langkah ini justru menjadi bumerang, mendapat penolakan masif dari masyarakat dan partai oposisi yang mendesaknya mencabut darurat militer.
Baca juga : Wacana Denda Damai Untuk Koruptor Jadi Polemik, Menteri Hukum Minta Maaf
Majelis Nasional Korsel menyampaikan mosi pemakzulan Yoon pada 14 Desember lalu, yang didukung 204 anggota dari 300 anggota majelis.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.