BREAKING NEWS
 

Kecelakaan Pesawat Di Wilayah Rusia

Presiden Azerbaijan Ajukan Tiga Tuntutan Ke Moskow

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 31 Desember 2024 05:15 WIB
Para petugas bekerja di lokasi jatuhnya pesawat penumpang Azerbaijan Airlines di dekat kota Aktau, Kazakhstan, Rabu (25/12/2024). (Foto AFP/Issa Tazhenbayev)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev menegaskan, pesawat penumpang Azerbaijan Airlines jenis Embraer 190 tidak sengaja ditembak jatuh di wilayah udara Rusia. Namun, Aliyev mengkritik Kremlin yang tampaknya menutup-nutupi penyebab kecelakaan pesawat pada 25 Desember lalu itu.

Hal tersebut diungkap Aliyev di televisi Azerbaijan, AzTV, Minggu (29/12/2024). Dia memastikan kerusakan yang ditemukan pada badan pesawat mengindikasikan adanya serang­an dari darat. Dia juga menepis kemungkinan kecelakaan disebabkan tabrakan dengan kawanan burung.

“Bagian ekor pesawat meng­alami kerusakan parah akibat tembakan dari darat,” ujar Aliyev dikutip Sputnik, Senin (30/12/2024).

Menurutnya, selama beberapa hari setelah insiden, Rusia berteo­ri penyebab kecelakaan itu kepada warga dan Pemerintah Azerbaijan. Dugaannya, termasuk insiden terjadi akibat serangan atau tabrakan dengan burung dan ledakan tabung gas.

”Faktanya, pesawat sipil Azerbaijan rusak dari luar di atas wilayah Rusia, dekat kota Grozny dan hampir kehilangan kendali,” beber Aliyev, dikutip Reuters.

Dalam pernyataannya, Aliyev menegaskan Pemerintah Azerbaijan telah mengajukan tiga tuntutan utama kepada Rusia.

Baca juga : Kecelakaan Pesawat Jeju Air Di Bandara Muan Korsel, 62 Tewas, 2 Selamat

“Pada 27 Desember, tuntutan ini secara resmi disampaikan kepada pihak Rusia,” ucapnya.

Apa saja tuntutan tersebut? Pertama, pihak Rusia harus meminta maaf kepada Azerbaijan. Kedua, Rusia harus mengakui tanggung jawabnya. Ketiga, para pelaku harus diadili, serta kompensasi harus diberikan kepada Azerbaijan, penumpang yang terluka dan kru pesawat.

“Inilah syarat kami,” imbuh Aliyev.

Aliyev mencatat, tuntutan pertama telah dipenuhi. Presiden Rusia Vladimir Putin telah meminta maaf kepadanya, Sabtu (28/12/2024). Putin menyebut kecelakaan itu sebagai insiden tragis. Namun, Pemimpin Kremlin tidak me­ngakui hal itu menjadi tanggung jawab Moskow.

Adsense

Sebagai langkah antisipasi, Azerbaijan Airlines memutuskan menangguhkan seluruh pe­nerbangan ke 10 kota di Rusia hingga batas waktu yang belum ditentukan. Selain itu, tiga kota di Rusia juga dilarang mengoperasikan penerbangan menuju Azerbaijan, dengan alasan keamanan penumpang.

Aliyev juga memuji keberanian kru pesawat yang berhasil melakukan pendaratan darurat di dekat kota Aktau, Kazakhstan.

Baca juga : Kemlu: Tidak Ada WNI Di Pesawat Azerbaijan Airlines Yang Jatuh Di Kazakhstan

“Para pilot tahu mereka menghadapi situasi yang hampir mustahil diselamatkan. Namun me­reka menunjukkan keberanian luar biasa untuk menyelamatkan para penumpang. Berkat me­reka, ada korban selamat dalam bencana ini,” terangnya.

Pesawat Embraer 190 milik Azerbaijan Airlines sedang melakukan perjalanan dari Baku menuju Grozny pada 25 Desember pagi, sebelum akhirnya jatuh di dekat Aktau, Kazakhstan. Dari total 67 penumpang dan kru, 29 orang dinyatakan selamat.

Menurut otoritas penerbangan Rusia, insiden tersebut terjadi bersamaan dengan serangan drone yang dilakukan Ukraina terhadap infrastruktur sipil di Grozny dan Vladikavkaz. Sistem pertahanan udara Rusia sedang beroperasi untuk menghalau serangan tersebut.

Aliyev menekankan pentingnya penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap kebenaran dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Azerbaijan juga mendukung para pakar internasional yang membantu menyelidiki kecelakaan tersebut. Negara itu juga dengan tegas menolak saran Rusia agar Komite Penerbangan Antarnegara menyelidikinya.

Meminta Maaf Melalui Telepon

Putin meminta maaf kepada Presiden Azerbaijan lewat sambungan telepon, setelah me­nguatnya dugaan insiden itu terjadi karena serangan saat terbang di atas wilayah udara Rusia.

Pada saat yang sama, dalam sebuah pernyataannya, Sabtu, Rusia menyatakan Grozny te­ngah diserang oleh pesawat nirawak Ukraina.

Baca juga : Pelaku Usaha Harap Presiden Prabowo Bentuk Badan Khusus Sawit

Sistem pertahanan udara Rusia di dekat Bandar Udara Grozny tengah menembakkan rudal antipesawat. Tidak disebutkan secara eksplisit, apakah salah satu dari rudal pertahanan udara itu menghantam Azerbaijan Airlines atau tidak.

Awak pesawat Azerbaijan Airlines memutuskan berbelok arah menyeberangi Laut Kaspia dan jatuh saat berupaya mendarat di Aktau, Kazakshtan. 

“Presiden meminta maaf atas insiden tragis yang terjadi di wilayah udara Rusia dan sekali lagi menyampaikan belasungkawa yang dalam dan tulus kepada keluarga korban dan mendoakan pemulihan yang cepat bagi yang terluka,” pungkas Kremlin.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 31 Desember 2024 dengan judul "Kecelakaan Pesawat Di Wilayah Rusia, Presiden Azerbaijan Ajukan Tiga Tuntutan Ke Moskow".

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense