Dark/Light Mode

Kecelakaan Pesawat Jeju Air Di Bandara Muan Korsel, 62 Tewas, 2 Selamat

Minggu, 29 Desember 2024 10:40 WIB
Pesawat Jeju Air mengalami kecelakaan di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan (Korsel), Minggu (29/12/2024). (Foto: Yonhap)
Pesawat Jeju Air mengalami kecelakaan di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan (Korsel), Minggu (29/12/2024). (Foto: Yonhap)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 62 orang yang terdiri dari 25 pria dan 37 wanita, dilaporkan tewas dalam musibah kecelakaan pesawat Jeju Air di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan (Korsel), Minggu (29/12/2024).

Melansir Yonhap, peristiwa itu terjadi pada pukul 09.07 waktu setempat, ketika pesawat Jeju Air yang baru saja keluar landasan pacu saat mendarat, menabrak pagar Bandara Internasional Musan di daerah Muan. Bandara ini berjarak sekitar 288 kilometer arah barat daya Seoul.

Korban selamat dalam kejadian tersebut hanya ada dua. Satu penumpang, dan satunya lagi kru pesawat.

Baca juga : Stop! Bantuan Dana Dan Senjata Ke Israel

 

Seorang penumpang selamat dalam musibah kecelakaan pesawat Jeju Air di Bandara Muan, hendak dibawa ke rumah sakit di Mokpo. (Foto: Yonhap)


Total 181 orang, termasuk enam awak pesawat, berada di dalam pesawat nahas yang baru saja kembali dari Bangkok.

Mayoritas penumpang adalah warga Korea, kecuali dua warga negara Thailand.

Baca juga : Jelang Nataru, 37 Bandara Stand By Beroperasi 24 Jam

Rekaman video yang ditayangkan stasiun TV lokal menunjukkan, pesawat tersebut mencoba mendarat tanpa roda pendaratan yang terpasang. Pesawat sempat tergelincir di tanah sebelum menabrak dinding beton, meledak, dan dilalap api.

Akibat ledakan tersebut, kondisi pesawat nyaris hancur total. Pihak berwenang dilaporkan telah memadamkan api. Saat ini,  operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di lokasi kecelakaan. Sedikitnya 80 petugas pemadam kebakaran telah dikirim ke area tersebut.

Pihak berwenang menduga pesawat tersebut gagal mengeluarkan roda pendaratan, karena bertabrakan dengan burung. Namun, untuk kepastiannya, investigasi masih terus dilakukan. 

Baca juga : Menkop Tegaskan Penguatan Koperasi Di Berbagai Sektor Dukung Swasembada Pangan

Merespons tragedi ini, Presiden Choi Sang-mok menginstruksikan para pejabat, agar mengerahkan segala upaya untuk operasi penyelamatan. Dia pun langsung bergegas menuju lokasi kecelakaan.

Kantor Kepresidenan Korsel dijadwalkan menggelar pertemuan darurat dengan para pejabat senior pada pukul 11.30 pagi waktu setempat, untuk membahas tanggapan pemerintah terhadap musibah kecelakaan pesawat tersebut. Pertemuan tersebut akan dipimpin oleh Kepala Staf Kepresidenan Chung Jin-suk.

Plt Komisaris Jenderal Badan Kepolisian Nasional Lee Ho-young juga memerintahkan para pejabat, untuk memobilisasi semua sumber daya yang tersedia, serta bekerja sama dengan pemadam kebakaran dan lembaga terkait lainnya untuk membantu upaya penyelamatan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.