BREAKING NEWS
 

Pasca Kunjungi Jepang, Pimpinan Ponpes Kagumi Pendidikan Karakter Sejak Dini

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 1 Januari 2025 21:24 WIB
Wakil Duta Besar Jepang Nagai Katsuro (kelima kiri) dan Kiki Mustaqimah (keempat kanan) berfoto bersama para pimpinan ponpes dan staf Kedutaan Besar Jepang di acara penyambutan peserta program kunjungan ke Jepang, di Four Points By Sheraton, Jakarta, Rabu (11/12/2024). (Foto Diananda Rahmasari/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jika bertanya negara Asia mana yang menelurkan anak didik berkualitas tinggi? Jawabannya adalah Jepang, yang menempati posisi teratas. Bukan tanpa alasan, sistem pendidikan yang diterapkan dari tingkat terendah, seperti Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) di Negeri Sakura sangat tertata rapi dan menyeluruh.

Enam pimpinan pondok pesantren (ponpes) dari Indonesia yang berasal dari Jakarta, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Jawa Timur, melakukan kunjungan ke Jepang pada 3-11 Desember 2024. Mereka diajak melihat bagaimana kehidupan warga Jepang bukan hanya dari sisi budaya dan keagamaannya saja. Tapi juga diajak melihat bagaimana sistem pendidikan berlangsung, mulai dari Taman Kanak-Kanak.

Dalam acara penyambutan rombongan program kunjungan pimpinan ponpes tahun 2024 di Four Points By Sheraton di Jakarta, Rabu (11/12/2024), para peserta memberikan ringkasan dan kesan selama kunjungan ke Negeri Sakura itu. Sebagai perwakilan, Kiki Mustaqimah dari Ponpes Darul Istiqomah Kalimantan Selatan menjabarkan pengalamannya di Jepang.

Kiki mengaku takjub melihat anak TK Jepang yang sangat tanggap terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitar mereka. Dia juga mencontohkan bagaimana di Sekolah Dasar (SD) diajarkan melakukan kegiatan rumahan seperti mencuci baju, setrika pakaian, mencuci piring hingga berkebun.

Baca juga : Fadli Zon Ungkap Posisi Indonesia sebagai Peradaban Tertua Dunia

“Kemandirian ini membentuk pribadi anak yang bertanggung jawab dan peduli dengan sekitarnya,” puji Kiki.

Sisi pengembangan karakter dan moral inilah yang ingin ditiru para pimpinan Ponpes di sekolah mereka nantinya. Pasalnya, mereka juga ingin mencetak generasi muda cerdas dan bermoral tinggi.

Selain itu, katanya, para murid di Jepang terbiasa membaca buku. “Mereka bukan hanya membaca buku pelajaran. Ada juga yang baca komik, novel, sampai peta juga dibaca untuk mengisi waktu kosong,” ceritanya.

Adsense

Bahkan, dia mengenang waktu makan bersama di salah satu SD, anak-anak antre mengambil makanan. Lalu setelah makanan di tangan, anak-anak membawa ke mejanya tapi tidak langsung memakannya.

Baca juga : Pertamina Hulu Energi ONWJ Gulirkan 49 Program Pengembangan Masyarakat Pesisir Di 2024

“Mereka menunggu teman lain selesai mendapat makanan. Mereka akan makan bersama,” tuturnya.

Masa menunggu inilah, dimanfaatkan para siswa membaca buku. Kebiasaan ini juga yang ingin Kiki dan teman-temannya nanti pupuk di pesantren nanti.

Setelah berkunjung ke berbagai tingkatan institusi pendidikan, para pimpinan ponpes melihat kebudayaan dan pelaksanaan keagamaan di Jepang. Keenam peserta melakukan dialog lintas agama di Kuil Asakusa di Tokyo, Kuil Myoshinji dan Kinkaku-ji di Kyoto, ikut upacara minum teh di Tokyo dan melihat kemegahan Istana Shogun di Kyoto.

“Yang membuat kami kagum saat ke Istana Shogun. Mereka membuat semua akses masuk dan keluar Istana dengan sistem anti-penyusup,” ujar Kiki.

Baca juga : Kunjungi Pelabuhan Tanjung Perak, Kapolri Cek Pengamanan-Kelayakan Kapal Libur Nataru

Dia kagum bagaimana masyarakat Jepang tempo dulu bisa memiliki ide canggih untuk menjamin keamanan penghuni Istana. Dengan lantai yang dibuat sedemikian rupa, sehingga kalau ada yang berjalan, meski pelan, dapat di dengar si penghuni rumah.

“Tidak aneh kalau orang Jepang sekarang luar biasa. Nenek moyangnya saja sudah memiliki pola pikir melampaui zamannya,” puji Kiki.

Kekaguman para peserta kunjungan ini makin lengkap dengan menghabiskan waktu tiga hari dua malam bersama keluarga angkat. Para pimpinan ponpes ini juga diajak berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo dan melihat Sekolah Republik Indonesia di Tokyo sebelum kembali ke Tanah Air.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense