RM.id Rakyat Merdeka - Kapal patroli Pasukan Penjaga Pantai Jepang/Japan Coast Guard (JCG) Settsu bersandar di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (22/1/2025). Kunjungan yang berlangsung hingga Minggu (26/1/2025) ini dalam misi utama pemberantasan pembajakan dan perampokan maritim.
Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi menyambut kedatangan Settsu bersama Sekretaris Utama Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamada Samuel Kowaas beserta staf.
Dubes Masaki mengatakan, kunjungan Settsu dalam rangka melakukan pelatihan bersama dengan Pasukan Bakamla untuk memperdalam kerja sama dan kolaborasi antara kedua organisasi.
“Ini akan menjadi pengerahan kapal patroli ke-50 dan kapal patroli Settsu akan dikirim ke perairan Asia Tenggara untuk melakukan kegiatan anti-pembajakan,” terangnya.
Upacara penyambutan Settsu dan 30 krunya dilakukan dengan penampilan tari Selamat Datang dan pengalungan bunga.
Baca juga : Ekonomi Daerah Bakal Bangkit
Setelah itu, Wakil Komandan Operasi JCG Settsu Kanosue Hiroaki mengajak Dubes Masaki, Laksamana Samuel dan para jurnalis tur singkat di atas kapal yang dibuat pada 1984.
Selama tur, selain menjelaskan secara ringkas fasilitas dan keunggulan Settsu, Kanosue memaparkan bahwa kapal sepanjang 105 meter tersebut dirancang untuk mendukung pelatihan bersama dan upaya penanganan tindak kriminal di perairan, seperti pembajakan dan perampokan bersenjata.
“Kapal patroli Settsu masuk ke pelabuhan Jakarta untuk pertama kalinya dan akan melakukan latihan bersama dengan Bakamla terkait penanganan kejahatan di laut,” tutur Kanosue.
Japan Coast Guard telah mengerahkan kapal patroli dan pesawat setiap tahun ke perairan Asia Tenggara sejak 2000, sebagai tanggapan atas insiden pembajakan besar. Termasuk kasus Alondra Rainbow pada 1999.
Misi ini juga melibatkan kerja sama teknis, seperti pelatihan bersama pengembangan sumber daya manusia serta pertukaran informasi dengan lembaga penjaga pantai di negara-negara pelabuhan.
Baca juga : Cerai, Leo/Daniel Tetap Patok Podium Utama
Settsu merupakan kapal patroli ke-50 yang dikerahkan Jepang dalam upaya menciptakan stabilitas maritim di kawasan.
Latihan bersama ini menandai salah satu langkah penting dalam memperkuat kerja sama maritim antara Indonesia dan Jepang, sekaligus berkontribusi pada visi Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
Menurut Dubes Masaki, kerja sama dengan Bakamla menjadi salah satu elemen kunci dalam menciptakan supremasi hukum di kawasan perairan.
“Kerja sama antara Japan Coast Guard dan Bakamla adalah langkah penting menuju realisasi Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, dengan prinsip supremasi hukum yang kuat,” katanya.
Kegiatan ini juga menjadi bukti hubungan erat antara Indonesia dan Jepang yang telah terjalin selama beberapa dekade. Tidak hanya di sektor keamanan maritim, tetapi juga di berbagai bidang lainnya.
Baca juga : Gobel: Jepang Siap Bantu Indonesia Bangun 3 Juta Rumah Ramah Lingkungan
Selama kunjungannya, berbagai aktivitas direncanakan untuk mempererat hubungan kedua lembaga penjaga pantai. Termasuk berbagi pengalaman dan memperkuat kemampuan penanganan ancaman di laut.
Samuel Kowaas menambahkan, latihan bersama di Teluk Jakarta tidak terbatas pada upaya pemberantasan perampokan. Tapi juga upaya melakukan tindakan-tindakan penyelamatan.
“Bila ada kapal yang memerlukan pertolongan, ada orang jatuh di laut dan lain-lain. Itu juga nanti ada bagian yang akan dilatih,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.