RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan banyak gebrakan dalam 100 hari kepemimpinannya. Meski terkesan tabrak sanasini, hal ini bisa menjadi keuntungan bagi negara di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia.
Mantan Duta Besar (Dubes) AS untuk Indonesia Robert O. Blake mengatakan, langkah Trump tersebut menerapkan prinsip ‘kerjakan sebanyak mungkin di sektor apa saja yang bisa dijamah.’
Baca juga : Muzani Serahkan SK Kepemimpinan Gerindra Garut Ke Husein Fadlulloh
“Kepemimpinannya kali ini sudah lebih matang dari periode pertama. Meski gayanya masih sama, semua kebijakan digarap sesegera mungkin,” ujar Dubes yang bertugas di Indonesia pada 2013-2016 ini dalam diskusi publik berjudul Figuring Out President Trump 2.0’s International Playbook: What to Expect yang diadakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), di Jakarta, Kamis (13/2/2025).
Blake mengibaratkan gaya kepemimpinan Trump seperti olahraga football, olahraga favorit warga AS, yaitu blood yourself.
Baca juga : Indonesia Makin Mesra Dengan Negara Berkembang, Tapi Tak Renggang Dengan Adidaya
“Maksudnya, Trump memaksa diri dan semua pihak di bawahnya untuk menyelesaikan sebanyak mungkin tugas secepat mungkin. Dampaknya tidak begitu dipikirkan Trump,” ungkap Blake.
Blake bilang, berbagai kebijakan Trump tersebut sejatinya punya alasan. Menurutnya, Presiden ke-47 AS itu sedang berupaya menjaga dukungan untuk Partai Republik di Pemilu sela yang bakal dilakukan dua tahun lagi.
Baca juga : Indonesia Siap Gelar Kejuaraan Berkuda Internasional
“Masih lama, tapi Trump mau menjaga momentum,” ujar mantan Dubes yang kini menjadi Senior Managing Director di McLarty Associates.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.