BREAKING NEWS
 

Cerita Ramadan Widiatun, Perawat Asal Karawang Kagum Dengan Jam Kerja Di Saudi

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Senin, 17 Maret 2025 07:34 WIB
Perawat asal Karawang yang kini bekerja sebagai tenaga kesehatan di Arab Saudi. Foto: KBRI Riyadh

RM.id  Rakyat Merdeka - Ramadan menjadi bulan penuh berkah bagi umat Muslim di seluruh dunia, termasuk bagi Widiatun Hasanah, seorang perawat asal Karawang, Indonesia, yang mengabdi sebagai tenaga kesehatan di Riyadh, Arab Saudi

Berbeda dengan ritme kerja di Indonesia, di mana tenaga medis umumnya bekerja dengan jadwal tetap, Widiatun menjalani Ramadan dengan sistem kerja malam yang menyesuaikan dengan kebiasaan masyarakat Arab Saudi selama bulan suci.

Seperti banyak tenaga medis lainnya di Riyadh, Widiatun bekerja mulai pukul 20.00 hingga 02.00 waktu setempat. Jam operasional rumah sakit yang lebih aktif di malam hari membuatnya harus tetap siaga, meski suasana kota justru semakin hidup saat malam tiba. Meskipun demikian, ia tetap merasa nyaman dan aman dalam menjalankan tugasnya.

Baca juga : Percepat Capaian Program, Pemprov Jateng Kolaborasi Dengan 44 Perguruan Tinggi

“Uniknya di Arab Saudi, selama bulan Ramadan hanya bekerja selama 6 jam. Masya Allah, di negara Muslim ini sangat menghargai pekerja,” ujar Widiatun.

Adsense

Ia menuturkan bahwa selama Ramadan, kehidupan masyarakat Riyadh justru lebih ramai di malam hari. Setelah berbuka puasa, masyarakat berbondong-bondong melaksanakan ibadah tarawih, berbelanja, dan menikmati berbagai hidangan khas Ramadan hingga dini hari.

Selain waktu kerja yang lebih singkat dari biasanya (6 jam per hari dibandingkan 8 jam pada hari biasa), Widiatun juga mendapatkan libur satu hari dalam seminggu. Fleksibilitas ini membuatnya bisa tetap menjalankan ibadah puasa dengan baik, beristirahat cukup, dan tetap menjaga keseimbangan antara pekerjaan serta spiritualitas.

Baca juga : Semarakan Ramadan, Polytron Luncurkan Kampanye Kilometer Kebaikan

Menjalani profesi sebagai perawat di luar negeri memberikan banyak pengalaman berharga bagi Widiatun. Ia mengaku mendapatkan banyak ilmu baru, sekaligus memperluas jaringan pertemanan dengan tenaga kesehatan dari berbagai negara.

“Selama bekerja di Arab Saudi, saya dapat ilmu-ilmu baru, teman-teman baru, yang pastinya nanti bisa kita aplikasikan ketika kembali ke tanah air,” tuturnya.

Kisah Widiatun menjadi inspirasi bagi banyak tenaga kesehatan Indonesia di perantauan. Di tengah tantangan jauh dari keluarga dan tanah air, ia tetap menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi, dengan tetap menjunjung tinggi keimanan dan ketakwaan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense