Sebelumnya
Pelatihan bertema English Language for Islamic Leadership, Peace and Interfaith Dialogue ini diadakan pada 12-13 Maret 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan berbahasa Inggris para peserta tentang peran mereka sebagai pemimpin agama. Contohnya, mendorong kepemimpinan komunitas, membangun perdamaian dan menjembatani komunikasi antarumat beragama.
Kedua program tersebut adalah bentuk kerja sama yang terus berlanjut antara Kedutaan Besar Singapura dengan upaya Masjid Istiqlal dalam memberdayakan masyarakat, membangun pemahaman dan mendorong kohesi sosial di masyarakat.
Baca juga : Kedubes UEA Gelar Buka Puasa Bersama Di Masjid Istiqlal
Duta Besar Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng dalam sambutannya mengatakan, seperti Indonesia, Singapura memiliki masyarakat yang beragam dan sangat menghargai kerukunan antarumat beragama.
Imam Besar Masjid Istiqlal yang juga Menteri Agama Nasaruddin Umar mengucapakan terima kasih kepada Menteri Agama Singapura dan Dubes Singapura atas kerja sama yang sangat baik ini.
Baca juga : KBRI Bangkok Gelar Business Matching, Diikuti 20 Pengusaha RI dan 10 Thailand
“Semoga momen ini bisa meningkatkan kerja sama dua negara, terutama hubungan Agama Islam dan Muslim di Singapura,” ucap Nasaruddin.
“Kami juga mengundang Bapak Menteri Agama Singapura untuk kerja sama pertukaran ulama terbaik Indonesia ke Singapura dan Singapura ke Indonesia,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.