Dark/Light Mode

Imam Masjid Istiqlal Cium Kening Paus, Dibalas Cium Tangan Lalu Saling Mendoakan

Kamis, 5 September 2024 14:40 WIB
Paus Fransiskus bersama Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar. Foto: Panitia Penyambutan Paus Fransiskus
Paus Fransiskus bersama Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar. Foto: Panitia Penyambutan Paus Fransiskus

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebuah momen penuh keharuan terjadi di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (5/9). Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, mencium kening Paus Fransiskus, yang duduk di kursi roda. 

Tak kalah mengharukan, Paus Fransiskus membalas dengan mencium tangan Nasaruddin Umar. Pemandangan yang jarang terlihat ini menjadi simbol kuat persaudaraan lintas agama.

Peristiwa mengharukan tersebut berlangsung ketika Paus Fransiskus hendak meninggalkan Masjid Istiqlal setelah kunjungannya. Sebelumnya, Paus sempat menyaksikan pemanfaatan Terowongan Silaturahim yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Katedral Santa Maria Diangkat ke Surga.

"Saya ucapkan selamat kepada Anda sekalian karena Terowongan Silaturahim ini bisa menjadi tempat dialog dan perjumpaan," kata Paus Fransiskus saat berkunjung ke Terowongan Silaturahmi.

Menurut Paus Fransiskus, terowongan itu tidak sekadar jalan penghubung fisik, namun juga memiliki makna filosofis mendalam. 

Baca juga : Paulo Dybala Mau Merapat Ke Klub Arab Saudi

Biasanya, kata Paus, terowongan adalah lorong yang gelap. Tetapi Terowongan Silaturahim ini membawa umat menyeberang dari kegelapan menuju terang.

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar juga menambahkan bahwa terowongan ini sarat simbol artistik yang mencerminkan toleransi beragama di Indonesia. 

"Terowongan tersebut bukan hanya jembatan untuk umat Islam dan Katolik, tetapi juga jembatan bagi seluruh umat manusia," jelas Nasaruddin.

Selain itu, Paus Fransiskus menekankan bahwa persaudaraan lintas agama perlu dipelihara. Dalam audiensinya bersama tokoh agama di Katedral Jakarta sehari sebelumnya, Paus menggunakan metafora "dua tetes air" yang tidak pernah sama, sebagai gambaran perbedaan yang justru memperkaya persaudaraan. 

“Menghidupi persaudaraan berarti menyambut dan mengakui satu sama lain dalam perbedaan. Nilai ini pun akrab dengan Gereja Indonesia,” ungkap Paus.

Baca juga : Cuaca Bekasi Hari Ini, Rabu 10 Juli, Diawali Cerah Lalu Berlanjut Mendung

Lebih jauh, Paus Fransiskus juga mengingatkan bahwa pewartaan Injil tidak berarti memaksakan iman kepada orang lain, tetapi harus dengan kasih sayang dan penghargaan. 

“Saya terkesan dengan satu sikap, yakni saling bergandengan tangan seperti diungkapkan Romo Maxi. Inilah para nabi persatuan, ketika dunia ini digerakkan oleh tendensi memecah belah, memaksa dan memprovokasi satu sama lain terus-menerus meningkat. Anda tahu apa yang memecah belah? Semua itu tentu saja kerja setan. Jadi hati-hati!” tandas Paus Fransiskus.

Pada kesempatan yang sama, Paus Fransiskus memuji Gereja Indonesia yang selalu membantu siapa pun tanpa memandang perbedaan. "Ini adalah bentuk persaudaraan yang sejati. Saya sangat terkesan dengan budaya ini," katanya.

Paus juga mengingatkan agar berhati-hati terhadap segala bentuk perpecahan yang sering dipicu oleh provokasi dan kebencian. "Ketika dunia ini dipenuhi tendensi memecah belah, ingatlah, itu kerja setan. Jadi, hati-hati!" tandas Paus Fransiskus dengan tegas.

Kasih sayang, menurut Paus, bukanlah sekadar memberi bantuan serta memandang mereka yang membutuhkan dari menara keamanan dan kesuksesan. 

Baca juga : Jemaah Haji Wajib Jaga Diri, Jangan Langgar Larangan Ihram

"Sebaliknya, kasih sayang berarti mendekatkan diri kita satu sama lain, menghilangkan segala sesuatu yang dapat mencegah kita untuk merendahkan diri dan menyentuh mereka yang terjatuh, mengangkat mereka dan memberi mereka harapan,” tutur Paus.

Menutup pidatonya, Paus Fransiskus berterima kasih kepada umat dan para pemuka agama selama kunjungan di Jakarta. 

"Saya akan terus berdoa untuk Anda semua, dan tolong, doakan saya juga," kata Paus dengan rendah hati.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.