BREAKING NEWS
 

Pasar Keuangan Asia Pasifik Bangkit Setelah Trump Tangguhkan Tarif Impor Baru

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Kamis, 10 April 2025 08:49 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasar keuangan di seluruh kawasan Asia Pasifik dilaporkan bangkit kembali pada Kamis (10/4/2025), setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan penangguhan tarif impor terbaru.

Pasar saham di Jepang dan Korea Selatan yang terdampak tarif impor Trump untuk produk baja, aluminium, dan mobil berada dalam kondisi positif. Kedua negara sekutu AS itu bernapas lega, begitu penangguhan pungutan "timbal balik" selama 90 hari diumumkan.

Indeks acuan Jepang, Nikkei 225 melonjak 8 persen selama jam-jam awal perdagangan. Indeks Kospi Korea Selatan naik lebih dari 5 persen. Kenaikan dengan angka yang sama juga dialami ASX 200 Australia.

Baca juga : Trump Tunda Tarif Impor Baru Hingga 90 Hari, China Digetok 125 Persen

Penangguhan tarif "timbal balik" disampaikan Trump lewat platform Truth Social, menyusul sengitnya perang dagang setelah dia mengumumkan tarif impor terbaru AS pada 2 April 2025.

Adsense

Namun, hal itu tidak berlaku untuk rival dagang utamanya: China. Pada saat yang sama, Trump justru kembali menaikkan tarif impornya hingga menyentuh angka 125 persen. Sementara China yang keukeuh melakukan pembalasan, memberlakukan tarif impor 84 persen untuk seluruh produk AS yang masuk ke negaranya.

"Mengingat kurangnya rasa hormat yang ditunjukkan China kepada pasar dunia, dengan ini saya menaikkan tarif Amerika Serikat (AS) untuk China menjadi 125 persen, Ketentuan baru ini akan segera berlaku,” tulis Trump via Truth Social, Rabu (9/4/2025).

Baca juga : BP Haji Apresiasi Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah Jelang Musim Haji 2025

Dia berharap, pada titik tertentu, China menyadari bahwa masa-masa menipu AS dan negara-negara lainnya tidak dapat dilanjutkan lagi.

Trump mengungkap, lebih dari 75 negara telah berkomunikasi dengan Perwakilan Amerika Serikat. Termasuk Departemen Perdagangan, Departemen Keuangan, dan Perwakilan Dagang AS untuk menegosiasikan solusi terkait masalah perdagangan, hambatan perdagangan, tarif, manipulasi mata uang, dan tarif non moneter.

"Negara-negara ini tidak melakukan aksi balasan dengan cara dan bentuk apa pun terhadap Amerika Serikat. Untuk itu, saya telah mengesahkan penangguhan selama 90 hari, dan menurunkan tarif timbal balik dengan batas dasar 10 persen secara substansial dalam periode tersebut,” beber Trump.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense