BREAKING NEWS
 

Jinping Batasi Film Hollywood

Getok-Getokan Tarif AS-China Berlanjut, China Digebuk 145 Persen, AS 125 Persen

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 11 April 2025 18:58 WIB
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden China Xi Jinping (Foto: IG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perang dagang Amerika Serikat (AS)-China terus bergejolak. Setelah AS menggetok tarif tambahan untuk China hingga 145 persen, China membalasnya dengan tarif 125 persen dari semula 84 persen untuk AS.

Ketentuan yang diumumkan Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara China pada Jumat (11/4/2025), akan berlaku efektif pada Sabtu (12/4/2025).

Dalam pernyataan yang dipublikasikan Xinhua pada Jumat (11/4/2025), Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara China mengatakan, tarif impor terhadap China yang terlalu tinggi adalah bukti bahwa AS telah secara serius melanggar aturan ekonomi dan perdagangan internasional.

China menganggap, langkah tersebut sebagai bentuk intimidasi dan paksaan sepihak AS, yang bertentangan dengan hukum ekonomi dasar dan akal sehat.

Jika AS memberlakukan tarif yang lebih tinggi lagi, China menganggapnya tak masuk akal secara ekonomi. Kata China, pada akhirnya, tarif AS akan menjadi lelucon dalam sejarah ekonomi dunia.

Baca juga : Trump Resmi Umumkan Tarif Impor Global: China 34 Persen, Indonesia 32 Persen

"Pasar China sudah tak mungkin lagi menerima impor AS pada tingkat tarif saat ini. Jika AS terus menaikkan tarif, China akan mengabaikannya," jelas Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara China.

“Jika AS terus-menerus merusak kepentingan China secara substansial, kami akan mengambil tindakan balasan yang tegas dan berjuang sampai akhir,“ tandas komisi tersebut.

Meski tetap membuka jalan dialog dengan AS, China menekankan, ancaman dan tekanan bukanlah pendekatan yang tepat untuk berkomunikasi dengan negaranya.

Adsense

“AS harus membahas masalah ini melalui dialog, yang didasarkan atas sikap rasa saling menghormati,” kata Juru Bicara Kementerian Perdagangan.

Sekadar latar, ikhwal penetapan tarif impor AS untuk China bermula saat AS mengumumkan tarif “resiprokal” atau “timbal balik” untuk China sebesar 34 persen pada 2 April 2025.

Baca juga : Bekas Peluru Dan Karung Pasir Hiasi Kota Melitopol

China yang tak terima dengan angka tarif tersebut, membalasnya dengan angka yang sama: 34 persen pada 4 April 2025.

AS pun naik darah melihat langkah retaliasi China. Trump lantas mengumumkan akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 50 persen pada 7 April 2025, sehingga total tarif impor AS untuk China menjadi 84 persen.

Total tarif AS untuk China kemudian menjadi 104 persen, karena sebelum putaran eskalasi ini, Trump telah mengenakan dua tahap bea masuk tambahan terhadap China sebesar 20 persen, saat pertama kali menjabat Presiden AS pada Januari 2025.

Gedung Putih menyebut, penerapan bea masuk tambahan ini ditujukan untuk membendung aliran fentanyl ilegal dari China ke AS.

Melihat balasan Trump, Presiden China Xi Jinping terus melawan dengan menjatuhkan tarif tambahan baru untuk AS sebesar 50 persen pada 9 April 2025. Sehingga, total tarif China untuk AS menjadi 84 persen.

Baca juga : Helikopter Jatuh Di Sungai Hudson New York, 6 Orang Tewas

Secara mengejutkan, pada tanggal yang sama, Trump menangguhkan pemberlakuan tarif “resiprokal” selama 90 hari. Kecuali China, yang diputuskan menanggung tarif khusus “resiprokal” 125 persen. Dengan tambahan tarif fentanyl 20 persen, total tarif AS untuk China pun menjadi 145 persen.

Digetok tarif jumbo sebesar itu, China makin meradang. Negeri Tirai Bambu pun bertekad membatasi peredaran film Hollywood di negaranya, sebagai bagian dari pukulan untuk Trump. Tak cuma itu, China juga menaikkan tarif impor untuk AS dari semula 84 persen menjadi 125 persen.

Sampai kapan ini berlanjut? Kita lihat saja.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense