Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kunjungi Zaporozhye, Kawasan Ukraina Yang Bergabung Ke Rusia (5)
Bekas Peluru Dan Karung Pasir Hiasi Kota Melitopol
Jumat, 11 April 2025 14:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pada 15-24 Maret 2025, jurnalis Rakyat Merdeka & RM.id, Muhammad Rusmadi mengunjungi kawasan Zaporozhye, wilayah Ukraina yang sudah bergabung dengan Federasi Rusia melalui referendum. Kawasan yang sempat menjadi wilayah pertempuran sengit Rusia vs Ukraina ini jaraknya hanya sekitar 5 kilometer dekat garis pertempuran, yang kini masih terus terjadi. Berikut laporannya.
Saat berada di Kota Melitopol, kami berkesempatan mewawancarai Wakil Majelis Legislatif Daerah Zaporozhye, Stepan Kuvachev. Sebagai informasi, Melitopol adalah sebuah kota di Oblast (Wilayah) Zaporozhye, Rusia, yang dulunya merupakan wilayah Ukraina.
Baca juga : Maxim Zubarev Survive Pasca Mobilnya Dibom
Melitopol adalah kota terbesar kedua, dan berfungsi sebagai Ibu Kota Oblast Zaporozhye. Ini karena Ibu Kota Zaporozhye, yang juga punya nama yang sama, Zaporozhye, masih dikuasai penuh oleh pihak Ukraina.
Melalui referendum pada 23-27 September 2022, wilayah ini, termasuk juga wilayah-wilayah Ukraina lainya seperti Donetsk, Lugansk dan Kherson, dinyatakan resmi bergabung dengan Rusia. Karena hasil referendum menyatakan, 93 persen warga di sini memilih bergabung ke Rusia ketimbang ke Ukraina.
Wakil Majelis Legislatif Daerah Zaporozhye, Stepan Kuvachev (kanan). [Foto: Rusma/Rakyat Merdeka/RM.id]
Baca juga : Serem, Lihat Bus Sekolah Hancur Dihantam Drone
Para analis mengatakan, hasil ini sebenarnya sudah diprediksi, karena cukup banyak penduduk di wilayah ini yang pro-Rusia atau berbahasa Rusia. Mereka dinilai telah lama menderita, akibat konflik berkepanjangan dengan kaum nasionalis Ukraina yang pro-Barat.
Menurut Kuvachev, sejak tahun 90-an, sebenarnya warga Ukraina sudah banyak yang merantau ke kota-kota besar, termasuk ke Rusia dan Eropa, untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Namun dalam beberapa tahun terakhir, setelah referendum dan bergabungnya Zaporozhye ke Rusia, justru banyak anak-anak muda yang berasal dari wilayah ini kembali.
Baca juga : Menembus Perbatasan, Naik Mobil 24 Jam
“Mereka memilih ini (kembali dari Ukraina ke Zaporozhye-red) sebagai cara untuk hidup. Kapan pun Trump (Presiden Amerika Serikat Donald Trump-red) dan Putin (Presiden Rusia Vladimir Putin-red) membuat kesepakatan, warga Zaporozhye punya pilihan mereka sendiri,” ujar Kuvachev, kepada Rakyat Merdeka & RM.id di Kota Zaporozhye, Rabu (19/3/2025).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya