Sebelumnya
Menurut Dino, perubahan geopolitik yang cepat dan keretakan dalam kutub-kutub kekuatan dunia menempatkan negara-negara berkembang dalam tiga pilihan.
Pertama bertindak sendiri, kehilangan arah (strategic drift), atau tampil sebagai kekuatan moral dengan mempertahankan semangat Bandung.
Mantan Menteri Luar Negeri Mesir Nabil Fahmi ikut menambahkan, peran kekuatan menengah akan semakin penting dalam menciptakan ruang baru di tatanan internasional.
Baca juga : Peringati Hari Hutan Sedunia, Pertamina Perkuat Program Hutan Lestari
“Dulu kekuatan menengah itu lemah. Sekarang mereka punya ukuran, bobot dan ambisi. Ini harus kita gunakan sebaik mungkin,” ujar Fahmi.
Associate Professor dari Leiden University, Belanda Carolien Stolte menilai, KAA 1955 memiliki nilai sejarah yang kuat sebagai simbol solidaritas dan harapan bagi negara-negara yang baru merdeka.
Dia juga setuju agar negara-negara selatan perlu kembali memaknai semangat Bandung di tengah dinamika politik global saat ini.
Baca juga : PMI Berangkatkan 7 Ton Bantuan Untuk Korban Gempa Di Myanmar Dari Bandara Soetta
“Bandung bukan hanya peristiwa politik, tapi juga tempat di mana harapan dan mimpi dikumpulkan,” ujar Stolte.
“Bahkan mereka yang belum merdeka datang ke Bandung dengan segala cara demi menyerap semangat konferensi,” imbuh Stolte, merujuk pada kisah aktivis Afrika-Amerika Richard Wright yang menulis buku The Color Curtain setelah mengunjungi Bandung secara pribadi.
Dia mengatakan, warisan Bandung sebagai titik rujukan bersama yang mampu melahirkan banyak inisiatif kerja sama internasional di era 1955- 1960an, termasuk organisasi jurnalis, penulis hingga pengacara Afro-Asia.
Baca juga : Retno Marsudi Ingatkan Krisis Air Global Kian Gawat, Dibutuhkan Kerja Sama Dunia
Sebagai informasi, diskusi tersebut merupakan puncak peringatan peristiwa bersejarah peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika yang jatuh pada 18 April ini. Acara ini diinisiasi FPCI bersama Korber Stiftung dari Jerman.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.